Sabtu, 10 April 2010 - 22:46:50 WIB
Cipratan Kebahagiaan Kecil
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 1237 kali

Ketika santai baca koran di hari Minggu, sempat terlihat oleh mataku sebuah judul : Gamelan Kiai Kanjeng mencairkan suasana batin Islam dan Kristen (di Belanda).

Menurut tulisan koran itu : situasi komunikasi lintas agama dan budaya (di Belanda) agak terganggu sesudah terbitnya film Fitna, meskipun efek sosialnya tidak sejauh yang dikhawatirkan, berkat kedewasaan kaum muslimin di Belanda yang tidak bereaksi radikal.

Sementara mencairnya suasana batin dalam acara itu terjadi karena dua hal. Pertama, penampilan sejumlah nomer musik kiai kanjeng yang sama sekali aneh bagi mereka karena menggunakan alat GAMELAN yang dikenal tradisional, monoton dan lamban, namun berbunyi sangat dinamis dan keras. Kedua, aransemen yang terdengar adalah cross composition dimana musik bergulir alamiah dan tanpa terasa perubahannya namun mengalir dari indikasi musical benua ke benua, dari etnik tertentu Indonesia ke Barat modern yang dalam beberapa bagian berubah bunyi-bunyi alirannya. “Folklore daerah tertentu Eropa bersambung dengan campursari Jawa, lagu-lagu popular Belanda bersambung tanpa terasa ke Arab Klasik dan seterusnya.”

Nara sumber dalam tulisan itu mengatakan : “Saya akan mengulangi lagi rasa cemburu saya kepada kiaikanjeng dan Emha. Diam-diam sebenarnya saya mengenal mereka sejak cukup lama, tetapi dalam “pemetaan” bahwa mereka ini relatif tidak ada alamatnya dalam “atlas musik” Indonesia. Emha juga bukan tokoh yang pernah menjadi benar-benar cukup penting dalam bidang apapun. Mereka tidak bisa dijumpai dibalik kaca etalase ketokohan Indonesia, dan bukan bagian dari mainstream nasional. Tapi saya cemburu karena saya salah sangka terhadap kedatangan mereka ke Belanda. Kuda-kuda konsep saya tentang ketokohan tiba-tiba saja menjadi tidak penting, KARENA yang ternyata mereka bawa ke Belanda adalah kehangatan pergaulan, ketenangan melihat masalah, kejernihan berpikir dan keikhlasan hati. Saya diam-diam memperoleh cipratan semacam kebahagian kecil…”




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)