Sabtu, 10 April 2010 - 22:46:50 WIB
Efek Samping Diuretik?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 8545 kali

Beberapa tahun yang lalu saudaraku sakit dan masuk rumah sakit. Dia sering merasa mual dan badannya jadi gemuk "jadi-jadian" dan yang paling mencemaskan, dia mengalami sesak nafas berat.

Setelah dicek, lewat rontgen dll. diketahui adanya banyak cairan di paru-paru yang menghambat difusi oksigen menembus alveolus ke dalam kapiler akibat peningkatan jarak difusi, sehingga menyebabkan terjadinya penurunan konsentrasi oksigen dalam darah arteri (hipoksemia). Cairan yang ada di ruang interstisium alveolus-kapiler (paru-paru) konon berasal dari cairan yang keluar menembus kapiler akibat adanya kongesti paru atau mungkin juga hipertensi paru. Edema pulmonaris karena kongesti paru ini terjadi karena peningkatan gaya dorong hidrostatik kapiler mendorong peningkatan filtrasi cairan menembus kapiler sehingga menyebabkan edema paru dan sesak nafas (dispnu).

Kongesti paru yang terjadi pada kakaku ini konon karena adanya halangan aliran darah keluar dari paru-paru akibat inkonsistensi katup mitralis (regurgitasi katup mitralis), sehingga aliran darah yang seharusnya dikontraksikan ventrikel kiri ke aorta dan kapiler sistemik, ada sebagian yang kembali ke atrium kiri. Hal inilah yang konon menjadi sumber utama penyebab sesak nafasnya kakaku. Diagnosis adanya struktur katup mitralis yang abnormal ini ditegakkan dan diperkuat melalui visualisasi ekokardiografi.

Kata dokter jantungnya, cara terbaik untuk mengatasi inkompetensi katup mitralis kakaku ini adalah melalui koreksi bedah atau jika parah bisa dilakukan penggantian katup. Bagi kami, koreksi bedah merupakan intervensi medis yang sangat mahal. Dan selama ini, hanya di"follow-up"-i dengan pengobatan diuretik untuk mencegah terjadinya kongesti paru/dispnu.

Tapi konon penggunaan diuretik KUAT dalam jangka panjang bisa mengancam kesehatan ginjalnya. Nah Lho?






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)