Senin, 10 April 2010 - 22:46:50 WIB
Mewarnai kembang api...
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 81863 kali

Buku, Einstein Aja Gak Tau, hal:171-172

Bagaimana cara membuat warna-warni dalam kembang api? Mereka menambahkan bahan-bahan kimia ke dalam campuran bahan peledak, yakni bahan yang memancarkan warna cahaya tertentu ketika mengalami pemanasan. Anda dapat melemparkan b ahan kimia yang sama ke perapian atau api unggun jika menurut anda api hijau, misalnya terasa lebih romantic.

Ketika anda melemparkan sebuah atom ke dalam sebuah nyala api, atom itu dapat mengambil sebagian energy api dengan membuat electron-elektronya bergerak lebih cepat. Electron-elektron beringas ini sebetulnya ingin kembali ke tingkat energy alami yang lebih santai (ground state). Cara termudah bagi mereka untuk melakukannya adalah melepaskan energy lebihan mereka dalam bentuk semburan cahaya. Jika cukup banyak atom dalam sebuah nyala api secara serentak mengambil energy panas dan melemparkannya kembali dalam bentuk cahaya, kita dapat menyaksikannya sebagai cahaya yang sangat terang.

Setiap jenis atom atau molekul pada awalnya memiliki seperangkat energy electron yang unik. Maka, tiap jenis atom atau molekul dalam nyala api akan mengambil dan melemparkan kembali jumlah energy yang unik pula. Itu sebabnya atom dan molekul berbeda akan memancarkan panjang gelombang atau warna cahaya berbeda (spectrum emisi yang berbeda/unik). Sayangnya, bagi pabrik kembang api, kebanyakan atom dan molekul memancarkan cahaya dalam warna-warni yang tidak tampak oleh mata manusia: di daerah spectrum ultraungu atau inframerah. Bagaimanapun, masih ada atom-atom unsure tertentu yang memancarkan warna-warna cemerlang dalam daerah spectrum cahaya tampak sehingga dapat kita nikmati.

Berikut ini beberapa jenis atom (dalam bentuk senyawa kimia masing-masing) yang digunakan untuk membuat warna-warna dalam kembang api :

Warna merah : stronsium (paling sering dipakai) untuk membuat cahaya warna crimson (merah tua keunguan), kalsium untuk membuat warna merah kekuningan, lithium untuk membuat warna carmine (merah tua keunguan juga).

Warna kuning : natrium untuk membuat warna kuning terang

Warna hijau : barium (paling sering dipakai) untuk membuat warna hijau kekuningan, tembaga untuk membuat warna hijau zamrud, tellurium untuk membuat warna hijau rumput, thalium untuk membuat warna hijau kebiruan, seng untuk membuat warna hijau keputihan.

Warna biru : tembaga (paling sering dipakai) untuk membuat warna azure (biru langit cerah), arsenikum untuk membuat warna biru muda, timbal untuk membuat warna biru muda, selenium juga untuk membuat warna biru muda.

Warna ungu :cesium untuk membuat warna ungu kebiruan, kalium untuk membuat warna ungu kemerahan, dan rubidium untuk membuat warna ungu.

Jika lain kali anda berkesempatan membuat atau mengikuti acara api unggun, baik di gunung maupun di pantai, taburkan sedikit garam meja atau bubuk natrium bikarbonat (soda kue) ke atasnya maka anda akan menyaksikan nyala kuning cemerlang yang dihasilkan oleh unsure natrium. Jika anda memiliki bahan pengganti garam, taburkan bahan itu (biasanya kalium klorida), maka anda akan mendapatkan nyala khas kalium yang ungu kemerahan. Jika anda membawa lithium untuk pengobatan manic-depressive (semacam gangguan mental), hiburlah diri anda dengan membuat nyala berwarna merah paling indah dalam hidup anda.






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)