Senin, 07 Juni 2013 - 22:46:50 WIB
Menahan Godaan Manipulasi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 22841 kali

Saudara, teman dan bahkan orang asing kadang-kadang akan mencoba membujuk anda melakukan hal yang tidak ingin dilakukan dengan memaksa anda berulang-ulang, menyampaikan alasan yang menarik dan mengkritik anda kalau menolak. Menurutnya, jika mereka mencoba dengan cukup keras dan lama, mereka akan berhasil menaklukan anda. Kalau anda menyerah, anda mungkin akan merasa marah pada orang lain dan muak pada diri sendiri.

Untungnya ada suatu teknik yang mudah dipelajari, yang dikembangkan oleh Dr. Zev Wanderer, yang akan memungkinkan anda bertahan bahkan terhadap usaha manipulative yang paling memaksa. Teknik tersebut disebut BERSIKERAS, karena teknik itu mengharuskan anda, seperti sebuah catatan yang salah, mengulangi kata yang sama berulang kali.

Tiga langkah yang dilakukan lebih dahulu dalam menggunakan catatan salah adalah langkah yang sama dengan yang anda gunakan dalam menghadapi kritik. Pertama, kalau anda tidak mengerti orang lain, tanyakan rinciannya. Kedua, begitu anda terbebas dari kritik, bersikaplah setuju dengan kebenaran atau setuju dengan hak kritikus mengemukakan pendapat. Ketiga, mengungkapkan kenyataan bahwa anda tidak ingin melakukan apa yang diminta dan kalau begitu tambahkan alasan anda.

Setelah melakukan itu, kalau orang lain masih memaksa, gunakan cara bersikeras dengan terus menyetujui apa saja yang dikatakan lawan bicara anda sambil mengulang-ulang, menggunakan kata yang sama dan kenyataaan bahwa anda tidak ingin melakukannya. Tak ada seseorang pun yang dapat berdebat dengan cara bersikeras dan oleh karena itu calon manipulator anda akan segera berhenti memaksa.

Contoh dialog berikut menggambarkan bagaimana menggunakan ketrampilan yang berharga ini :

Dialog tentang Kakak meminta Adik untuk mengasuh bayi

Adik (mengangkat telpon): Halo

Kakak : Halo Dik. Ini Kakak. Maukah kau mengasuh bayi malam ini?

Adik: Terima kasih, tapi aku tidak bisa. Malam ini aku ingin bersantai di rumah. (Pengungkapan diri)

Kakak: Oh, aku mengerti… tapi aku tanya pada anak-anak siapa yang mereka inginkan dan mereka berdua berteriak, “Tante!” (Adik).

Adik: Senang mendengarnya dan aku juga menyayangi mereka, tapi malam ini aku hanya ingin bersantai di rumah. (Pengungkapan diri dan BERSIKERAS).

Kakak: Adik, kalau kau mengatakan ya maka itu akan membantu. Kalau tidak aku harus menelpon ke orang lain yang bisa melakukannya.

Adik: Aku tahu Kakak harus berusaha keras karenanya, tapi aku cuma ingin bersantai di rumah.(Setuju dengan kebenaran dan BERSIKERAS).

Kakak: Aku tahu, aku tahu. Adik, aku rasa belakangan ini kau terlalu sering sendirian.

Adik: Itu mungkin tapi malam ini aku hanya ingin bersantai di rumah. (Setuju dengan hak kritikus untuk mengemukakan pendapat dan pengungkapan diri).

Kakak: Aku ada usul, bagaimana kalau aku bawa anak-anak ke sana dan menidurkan mereka lebih awal. Dengan cara itu akan terasa seperti kau sendirian.

Adik: Aku setuju rasanya memang seperti seorang diri. Tapi malam ini aku hanya ingin bersantai di rumah. (Setuju dengan kebenaran dan BERSIKERAS).

Kakak: Dengar, tidakkah begitu gunanya punya adik? Maksudku, adik-kakak sebaiknya saling membantu.

Adik: Aku setuju, tapi malam ini aku hanya ingin bersantai di rumah. (Setuju dengan kebenaran dan BERSIKERAS).

Seperti cara si ADIK dalam dialog di atas, jika anda menggunakan cara BERSIKERAS, maka anda akan dapat menghindar bahkan terhadap usaha manipulative yang paling mendesakpun.

Sumber : Percakapan yang Berbicara, Alan Garner, hal: 81-85






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)