Jumat, 17 Juni 2013 - 22:46:50 WIB
Otak seperti Supermarket???
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 7367 kali

Marvin Minsky adalah seorang teoritikus kecerdasan buatan terkemuka di dunia. Selain menemukan dan membuat mesin berpikir, Dr. Minsky menulis buku klasik, The Society of Mind, dimana ia berusaha menunjukan bagaimana kecerdasan bekerja dengan cara tertentu sehingga agen-agen di otak berkembang untuk berinteraksi.

Pada 1960an, mahasiswa sains, terutama di MIT, membicarakan kecerdasan buatan atau AI, seolah-olah AI akan meletuskan revolusi dunia. Apakah mereka terlalu optimis?

Sebenarnya macet. AI bisa menghasilkan apa saja yang luas biasa. Program-program yang bisa mengungguli pialang saham atau manajer portofolio pada umumnya, program-program yang bisa memperbaiki peralatan. Sekitar tahun 1980, kemajuannya berhenti dalam beberapa segi dan tujuan lain pun dikejar untuk memperoleh jalan keluar. Program itu berhenti karena kami hanya mengerjakan apa saja yang gampang. Dalam tolok ukur rentang waktu yang panjang, AI sesungguhnya hanya macet untuk sementara.

Bagaimana anda mendefisinikan akal sehat?

Akal sehat adalah mengetahui sekitar 30 sampai 50 juta hal tentang dunia ini dan merepresentasikannya sehingga ketika terjadi sesuatu, anda bisa membuat analogi dengan hal itu. Jika anda mempunyai akal sehat, anda tidak mengklasifikasikan semua benda secara apa adanya; anda menyimpannya karena kegunaannya atau karena benda itu mengingatkan kita pada sesuatu. Misalnya, saya melihat koper itu (di pojok) sebagai sesuatu untuk dinaiki untuk mengganti lampu, dan bukan sebagai sesuatu yang dipakai untuk membawa barang.

Bisakah anda mengembangkan mesin sehingga bisa menghadapi apa yang tidak kasat mata pada manusia?

Yang sedang saya bicarakan ini amat kasat mata. Misalnya, anda bisa mendorong sesuatu dengan tongkat, namun anda tidak bisa menarik dengannya. Anda bisa menarik sesuatu dengan benang, namun anda tak bisa mendorong dengannya. Itulah akal sehat. Tak ada computer yang memahaminya. Saya menulis sebuah buku, lanjutan dari The Society of Mind, dan saya mengulas beberapa hal mengenainya. Apakah rasa sakit itu? Apakah akal sehat itu? Apakah jatuh cinta itu?

Apakah cinta itu?

Apakah emosi itu? Emosi adalah saklar-saklar besar, dan jumlahnya ratusan. Jika anda melihat sebuah buku tentang otak, otak ini tampak seperti saklar-saklar. Anda bisa membayangkan otak sebagai supermarket besar penuh barang yang bisa dipakai untuk apa saja. Jatuh cinta berarti menyalakan sekitar 20 atau 30 saklar dan mematikan banyak saklar lainnya. Sebuah pengaturan tertentu. Untuk memahaminya, kita harus memahami teori tentang apa yang menjadi sumber daya dalam otak, pengaturan seperti apa saja yang cocok, dan apa saja yang terjadi bila anda menyalakan beberapa saklar dan terjadi pertentangan. Marah adalah kumpulan saklar yang lain lagi. Dalam buku ini, saya mencoba memberikan contoh-contoh bagaimana fenomena ini terjadi.

Dalam film Stanley Kubrick : A space Odyssey, sebuah computer bernama HAL memiliki rasa cemburu yang mematikan terhadap rekan angkasa luarnya, astronot manusia. Seberapa jauhkah kita sekarang dengan penemuan mesin yang bisa cemburu?

Mungkin hanya lima menit. Namun mesin itu masih bodoh sehingga kami tidak bisa banyak menyampaikan mengenainya. Walaupun HAL hanya fiksi, kenapa ia tidak boleh cemburu? Saya berselisih pendapat dengan teman saya, John McCarthy, karena ia menduga kita bisa menciptakan mesin-mesin pintar yang sama sekali tidak mempunyai emosi mirip manusia. Akan tetapi, saya kira kita harus berusaha keras untuk bisa mencegahnya memiliki hasrat dan dorongan untuk mengendalikan apa saja. Lantaran untuk bisa memecahkan suatu masalah, anda harus memiliki sumber daya.

Jika anda mengepalai NASA, bagaimana anda akan menjalankannya?

Saya akan membangun sebuah stasiun angkasa luar namun tanpa awak manusia. Kami akan menempatakan beberapa robot yang tidak perlu pintar di sana, namun cukup dikendalikan oleh operator-operator jarak jauh dan anda bisa merasakan apa yang mereka lakukan. Lalu, kami akan membangun teleskop-teleskop dan apa saja, dan barangkali menjelajahi bulan dan Mars dengan pengendali jarak jauh. Tak ada seorang pun yang memikirkan faedah angkasa luar. Faedahnya yang paling jelas adalah membangun banyak teleskop untuk melihat seluruh jagat raya.

Mengapa eksplorasi dengan awak manusia menjadi prioritas NASA?

Pada dasarnya, orientasi NASA adalah mempertahankan agar organisasi itu tetap hidup. Organisasi NASA sangat besar. Bagian yang terbesar adalah di Houston, dan organisasi ini harus hidup. Keunggulan Houston adalah mengirim manusia ke angkasa luar. Jet Propulsion Laboratory juah lebih kecil, stafnya lebih sedikit dan mampu mengerjakan semuanya. Jadi, menurut saya, untuk menopang itu, mereka terjebak dalam lingkaran setan di mana anda harus meyakinkan diri bahwa itulah yang diinginkan public. Akan tetapi, saya kira public saat ini lebih bersemangat melihat Sojourner ketimbang astronot.

Kalau pergi ke bioskop, film apa yang anda tonton?

Terminator, Total Recall, yang memuat ide-ide tentang memori yang ditanam. Agak ngawur, namun saya suka rekayasanya.

Apa bacaan anda?

Fiksi ilmiah.

Apakah anda membaca fiksi ilmiah sebagaimana agen spionase membaca novel spionase, untuk mendapatkan ide?

Ya. Ada banyak sekali sumber ide di sana. Saat para penulis menulis fiksi ilmiah itu, pasti ada gagasan baru yang besar tentang sesuatu.

Sumber : Sains bukan Sihir, Claudia Dreifus, hal: 141-147






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)