Minggu, 07 Juli 2013 - 21:46:50 WIB
Life-Style Semut
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 1979 kali

Penelitian telah menunjukan bahwa hewan-hewan dan burung-burung hidup dalam komunitas. Yaitu mereka mengatur, tinggal dan bekerja bersama-sama.

Burung

Tentang kelompok burung Al Quran menerangkan : Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman (An-Nahl : 79).

Amsaka secara kiasan berarti menahan, menangkap, memegang, menahan seseorang, yang mengungkapkan makna bahwa Allah menahan burung itu di udara dengan kekuasaanNya. Ayat ini menekankan ketergantungan yang sangat dari perilaku burung-burung itu kepada ketentuan Allah.

Data-data ilmiah modern telah menunjukkan tingkat kesempurnaan yang dimiliki oleh spesies burung tertentu berkaitan dengan pengaturan perpindahan mereka. Hanya program pengaturan dalam kode genetika dari burung-burung itu yang bisa menjelaskan perjalanan yang panjang dan rumit, yang bisa ditempuh oleh burung-burung yang masih sangat muda yang belum memiliki pengalaman terbang sebelumnya dan juga tanpa pemandu sekalipun. Mereka juga mampu kembali ke titik asal mereka berangkat pada tanggal yang pasti.

Prof. Hamburger dalam bukunya Power and Fragility, memberikan contoh adanya burung domba yang hidup di Pasifik dan biasa mengadakan perjalanan sejauh lebih dari 15.000 mil dengan rute berbentuk angka delapan. Kelompok burung ini mengadakan perjalanan selama enam bulan dan kembali ke titik keberangkatan mereka dengan keterlambatan maksimal satu minggu. Instruksi yang sangat rumit bagi perjalanan semacam itu mestilah sudah terkandung dalam sel-sel syaraf burung tersebut. Mereka sudah diprogram dengan pasti. Bagaimana kita sampai tidak memikirkan identitas dari sang Programer ini?

Lebah

Tentang lebah ini Al Quran menerangkan : Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). . . .(An-Nahl: 68-69).

Von-Frisch menerima hadiah Nobel pada tahun 1973 untuk risetnya mengenai perilaku dan komunikasi dari lebah. Lebah, setelah menemukan sebuah kebun atau bunga baru, akan kembali dan memberitahukan kawan-kawannya arah dan denah yang pasti untuk sampai ke kebun atau bunga itu, yang dikenal dengan tarian lebah. Makna dari gerakan serangga ini yang dimaksudkan untuk menyampaikan informasi antara lebah-lebah pekerja telah ditemukan secara ilmiah dengan bantuan fotografi dan metode lain. Al Quran menyebutkan dalam ayat di atas bagaimana lebah itu mengikuti jalan yang dimudahkan dari Tuhannya.

Lebah pekerja atau lebah tentara adalah darijenis betina. Dalam surat An-Nahl ayat 68-69 jenis kelamin yang digunakan untuk lebah itu adalah jenis kelamin perempuan, yang mengindikasikan bahwa lebah yang meninggalkan rumahnya untuk mengumpulkan makanan itu adalah lebah betina. Dengan kata lain, lebah tentara atau pekerja itu adalah lebah betina. Kenyataannya, drama Shakespeare, Henry The Fourth, sebagian pelakonnya membicarakan tentang lebah dan menyebutkan bahwa lebah-lebah itu adalah tentara dan bahwa mereka memiliki seorang raja.

Itulah perkiraan manusia pada masa Shakespeare. Mereka kira bahwa lebah pekerja itu adalah lebah jantan dan lebah-lebah itu pulang ke rumah dan menghadap raja lebah. Akan tetapi ini tidak benar. Lebah-lebah pekerja itu betina dan mereka tidak melapor kepada seekor raja lebah, tetapi kepada ratu lebah. Dibutuhkan penyelidikan dalam 300 tahun terakhir untuk bisa menemukan fakta ini.

Semut

Tentang semut Al Quran menerangkan : Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari (AL Furqan : 17-18).

Dulu sebagian orang yang mengejek Al Quran telah menganggapnya sebagai sebuah buku dongeng, di mana semut-semut berbicara satu sama lain serta menyampaikan pesan-pesan yang canggih. Belakangan ini, penelitian telah membuktikan beberapa fakta tentang cara hidup semut, yang sebelumnya tidak diketahui oleh manusia. Riset telah menunjukan bahwa hewan-hewan atau serangga yang cara hidupnya paling dekat menyerupai GAYA HIDUP manusia adalah semut-semut itu. Ini bisa dilihat dari penemuan berikut dari dunia semut.

1. Semut-semut mengubur kawan mereka yang mati seperti yang dilakukan oleh manusia

2. Mereka memiliki system pembagian kerja yang canggih, di mana mereka punya manajer, pengawas, mandor, pekerja, dan sebagainya.

3. Sekali waktu mereka mengadakan pertemuan di antara mereka sendiri, untuk sekadar ngobrol.

4. Mereka memiliki metode komunikasi yang maju di antara mereka sendiri.

5. Mereka mengadakan pasar-pasar yang regular, tempat mereka saling tukar menukar makanan.

6. Mereka menyimpan biji-biji untuk waktu yang lama sepanjang musim dingin. Kalau biji-biji itu mulai berkecambah, mereka memotong akar-akarnya, seolah-olah mereka mengerti kalau mereka biarkan akar itu tumbuh, maka makanan itu akan membusuk. Kalau biji yang mereka simpan menjadi basah Karena kehujanan, mereka membawa makanan itu keluar untuk dijemur di panas matahari. Begitu kering, mereka memasukannya kembali ke sarang seolah mereka tahu bahwa kelembaban akan menyebabkan tumbuhnya akar, dan setelah itu menjadikan biji membusuk.

Sumber : Jelajah Alam Bersama Al-Quran, Zakir Naik, hal: 59-67






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)