Minggu, 17 Juli 2013 - 21:46:50 WIB
Laksana Air Mengalir
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 6797 kali

Nabi Muhammad bersabda : Amal yang paling disenangi Allah, ialah amal yang terus-menerus dikerjakan, walaupun sedikit.

Cerita tentang seorang pengawai negeri yang rajin. Setiap pukul tujuh pagi, ia sudah duduk di belakang meja kerjanya. Dalam perjalanan satu setengah jam dengan bis pepes teri, dinamakan demikian karena para penumpangnya seolah tak lebih berharga dari ikan teri, dari rumah ke kantornya, ia selalu membaca ayat Kursi, surah AlBaqarah ayat 255, demi keselamatan perjalanannya.

Begitu memasuki kamar kerjanya, ia berwudhu untuk melaksanakan sholat dhuha, di belakang meja kerjanya. Setelah itu, ia biasanya risi oleh kotornya sejumlah meja yang asbaknya penuh punting rokok sampai berceceran, yang belum sempat dibersihkan oleh office boy.

Ia selalu turun tangan membersihkannya, setiap pagi, sebelum memulai kerja untuk dirinya sendiri.

Jika ada sejumlah pesanan berita untuk teman sekantornya yang dimintakan tolong kepadanya untuk menyampaikannya, ia selalu menyanggupinya. Bahkan setiap pesanan itu ia tuliskan di sehelai kertas yang lalu ia taruhkan di mejanya, supaya selamat sampai ke tujuan.

Inilah cerita rutin-nya di luar dinasnya, yang ia kerjakan dengan ikhlas dan gembira.

Kelihatannya memang sepele. Tetapi pekerjaan yang remeh-temeh yang ia kerjakan setiap harinya untuk membantu siapapun, merupakan cikal-bakal tumbuhnya kekuatan dalam wataknya. Dan kekuatan ini setiap hari makin besar dan kuat yang menopang hidupnya dengan kokoh.

Dari kegiatan amal yang tak pernah diperhatikan oleh siapapun- kecuali oleh staf Allah- menempa dirinya untuk selalu siap tempur dan tidak mudah menyerah oleh keadaan apapun.

Ini dapat dibuktikan ketika rumah tangganya menjumpai kesukaran. Tanpa minta bantuan siapapun, karena setiap harinya ia justru selalu membantu orang lain, ia cukup cekatan mengatasi kemelut itu tanpa berkeluh-kesah.

Sehingga pada suatu saat yang tepat, ketika suatu kebutuhan akan tindakan yang telah mendesak, ia tampil menjadi orang yang paling siap untuk menghadapi tantangan, maupun pengembanan tugas yang lebih berat. Insya Allah.

Sumber : Gerak-gerik Allah, Danarto, Hal : 105-106






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)