Minggu, 21 Juli 2013 - 21:46:50 WIB
Brain Gym
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 64424 kali

Di dalam otak terdapat ratusan milyar sel-sel syaraf yang saling berkaitan melalui trilyunan kabel yang bernama akson dan dendrite. Aktivitas pada system tersebut dapat mengendalikan pikiran, perasaan, dorongan atau motivasi, cita-cita dan perasaan lainnya. Para ilmuwan zaman Mesir kuno meyakini bahwa otak terbagi menjadi dua belahan, yaitu otak kanan dan otak kiri, yang mempunyai tugas berbeda.

Pada tahun 1960, Roger Sperry seorang ahli psikobiologi dari California Institute of Technology, menemukan perbedaan aktivitas kedua belahan otak itu. Belahan otak kiri menangani masalah logika, matematika, kemampuan menulis, berbicara, dan kemampuan analisis data. Sedangkan belahan otak kanan menangani masalah kreativitas, imajinasi, intuisi, emosi dan interpretasi.

Pada bagian luar otak yang berwarna abu-abu (korteks serebri) terdapat banyak lipatan (giri) yang dikenal dengan lobus, yaitu : lobus frontalis, lobus parietalis, lobus temporalis, dan lobus occipitalis, yaitu oleh Paul E. Dennison dijadikan sebagai dasar gerakan senam otak (brain gym) .

Prinsip brain gym ini dasarkan pada aspek neuro-fisiologi yang membagi otak menjadi 3 dimensi yaitu : dimensi lateralis untuk belahan otak kanan dan kiri, dimensi pemfokusan untuk bagian depan otak (lobus frontalis), belakang otak (lobus occipitalis), dan batang otak; dan dimensi pemusatan, untuk kortek serebri dan system limbic (Dennison, 2004).

Berdasarkan prinsip pembagian di atas, Dennison menjadikan gerakan brain gym yang dikaitkan dengan aktivitas fungsi otak sebagai berikut :

1. Gerakan lateralisasi untuk mengaktifkan otak kanan dan otak kiri (kemampuan akademik)
2. Gerakan pemfokusan untuk mengoptimalkan daya konsentrasi
3. Gerakan pemusatan untuk mengoptimalkan kemampuan berpikir abstrak dan pengendalian emosi.

Prinsip tersebut kemudian dikembangkan Dennison dengan dikaitkan dengan Educational Kinesiologi (Edu-K), yaitu ilmu tentang gerakan tubuh manusia yang bertujuan untuk menolong para siswa agar mampu memanfaatkan seluruh potensi belajar alamiah melalui gerakan tubuh dan sentuhan.

Sumber : Mathematical Intelligence, Pengantar, Abdurrachman, hal : 23-25






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)