Kamis, 01 Agustus 2013 - 21:46:50 WIB
Bola di Balik Bulan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 1874 kali

Ketika Diana Ross membawakan hit-nya dan bintang rocker, Richard Marx menyanyikan The Stars and Stripes di Stadion Soldier Field Chicago, belum tahulah Tom Dooley dan kawan-kawannya, apa yang akan terjadi dengan kesebelasan Amerika nanti. Mereka hanya tahu, betapa asing warga Negara Amerika itu terhadap bola.

Amerika adalah tanah air Coca Cola, McDonald, steak, hotdog dan hamburger. Tetapi Amerika bukanlah tanah air kue apel. Orang Amerika membenci soccer, seperti mereka membenci kue apel, kata kolumnis Amerika, Thomas Weir.

Dan rekan Weir, Tony Kornheiser mengingatkan, selama orang tidak boleh menggunakan tangannya dalam permainan bola, jangan harap sepakbola akan popular di Amerika.

Buat orang Amerika, sepakbola itu sungguh membosankan. Pemain-pemain bola itu bingung memburu bola ke sana kemari seperti kupu-kupu kecil terputar-putar oleh arus air. Mereka lari ke sana, lari ke sini, tanpa memperoleh hasil apa-apa, kata kolumnis Bernie Linconie.

Memang susahlah mempopulerkan bola di Amerika. Tidak kurang-kurang usaha panitia untuk melawan sikap dingin Amerika terhadap bola. Di banyak tempat dipasang poster-poster besar yang menggambarkan seorang cowboy melemparkan lasonya. Dan bukan kerbau yang dijerat oleh laso itu melainkan bola.

Amerika telah menemukan bulan, tetapi belum menemukan bola. Maka dibuatlah sebuah poster besar lain, yang menggambarkan astronot Neill Amstrong mendarat di bulan. Dan di bulan itu Neill Amstrong menemukan bola. Di samping bola itu ditancapkan bendera Amerika.

Warga Amerika adalah orang-orang yang sangat bangga akan nasionalisme mereka. Bagi mereka, lebih dari sekadar penemu bulan, Neill Amstrong adalah tokoh keberhasilan nasional. Karenanya, bola pun akan popular, bila seperti Neill Amstrong, pemain-pemain bola Amerika berhasil mengangkat kebanggaan nasional.

Bagi orang Amerika, prestasi itu hamper identik dengan kebanggaan nasional. Maka tidak ada yang demikian menakutkan Tom Dooley dan kawan-kawannya selain fakta, bahwa mereka sudah akan terlibas di babak pertama. Target mereka sekurang-kurangnya harus bisa masuk ke putaran kedua.

Syukurlah mereka berhasil. Sebenarnya Tom Dooley dan kawan-kawannya hanyalah menemukan bola bagi orang Amerika. Tetapi karena penemuan bola itu dapat mengangkat kebanggaan nasional, maka mereka juga dielu-elukan oleh rakyat Amerika yang tadinya dingin-dingin saja terhadap bola. Tom Dooley dan kawan-kawannya yang hanya menemukan bola dihargai seperti Neill Amstrong yang menemukan bulan.

Born in USA! Demikianlah nyanyian fans Amerika ketika Tom Dooley dan kawan-kawannya selesai menggulung Kolombia. Impian Amerika telah menjadi kenyataan, kata Dooley. Di USA orang hanya kenal akan kemenangan. Inilah kemenangan terindah yang pernah saya alami, kata Bora Milutinovic.

Koran USA Today bahkan melukiskan kehebatan Bora dalam membuat mukjizat dengan kata-kata kitab suci : Bora dapat berjalan di atas air. Dari sepotong roti ia dapat mengenyangkan lima ribu orang. Dan Bora dapat membangkitkan mereka yang mati jadi hidup.

Bora memang telah mengenyangkan orang Amerika dengan kemenangan. Dan ia telah membangkitkan persepakbolaan Amerika yang sebelumnya mati.

Sumber : Bola di Balik Bulan, Sindhunata, hal : 178-181






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)