Rabu, 07 Agustus 2013 - 21:46:50 WIB
Cinta dalam Berbisnis
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 5895 kali

Bicara cinta memang tidak lepas dari masalah hati. Cinta dalam berbisnis akan membawa orang untuk rela berkorban dan berjuang demi bisnis. Cinta terkadang membutakan semua hal. Yang hitam bisa saja menjadi putih dan yang putih pun dapat menjadi hitam. Cinta dalam berbisnis akan dapat lebih bermanfaat jika dilakukan sesuai dengan aturan Islam. Tetapi sebaliknya, cinta dalam berbisnis juga akan dapat menjadi lebih berbahaya jika dilakukan tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Cinta dalam berbisnis juga akan membuat orang lupa diri dengan kewajibannya sebagai seorang makhluk. Cinta juga sering membawa seseorang berlaku tercela, seperti bakhil, riya atau penipu. Cinta juga dapat membuat orang menghalalkan segala cara karena cinta dapat membutakan semua. Hal ini dapat terjadi, jika tujuan bisnis hanyalah sebuah keuntungan semata bukan ibadah kepada Allah SWT.

Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki manajemen cinta dalam berbisnis. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemurnian cinta, serta menjaga arti penting bisnis. Islam selalu menyerukan untuk dapat berbisnis dengan baik dan menempatkan cinta pada tempat yang baik juga. Nah, sebenarnya, manajemen cinta dalam berbisnis yang bagaimana, menurut Islam, yang dapat membawa kebahagiaan? Jawabannya sederhana, yaitu dengan menerapkan konsep bahwa KITA YANG MENGATUR BISNIS BUKAN BISNIS YANG MENGATUR KITA. Dalam hal ini, ada beberapa pesan dari konsep manajemen cinta tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut.

Walau kita menerapkan cinta dalam berbisnis, jangan sampai bisnis tersebut menjadi pengatur kita melainkan kita yang mengatur bisnis. Maksudnya, bisnis tidak boleh menjadikan kita lalai dari mengingat Allah. Tetapi, justru bagaimana bisnis tersebut menjadi penghubung untuk selalu beribadah kepada Allah.

Denga posisi kita yang mengatur bisnis, maka kita akan lebih leluasa untuk membawa bisnis ke arah kebaikan, seperti menjadi pebisnis yang dermawan, pebisnis yang selalu bershodaqoh dan berinfak serta membantu orang lain yang membutuhkan. Akan tetapi, jika, bisnis yang mengatur kita, maka tunggulah kehancuran karena kita akan selalu diperbudak oleh bisnis.

Jika kita yang mengatur bisnis, maka kita juga akan dapat menerapkan sifat dan sikap terpuji Nabi Muhammad dalam berbisnis, seperti kejujuran, amanah, ramah, sopan, santun, dan lain sebagainya.

Mengatus bisnis akan terasa lebih mudah ketimbang diatur oleh bisnis. Nah, dalam hal ini terkadang orang tidak menyadari kalau sebenarnya dirinya sudah terbelenggu dalam rantai bisnis sehingga ia diatur oleh bisnis.

Jadi, konsep manajemen cinta dalam berbisnis tersebut dapat membawa seseorang kepada kebahagiaan dunia akhirat. Kita mesti tahu tujuan kita hidup di dunia. Dunia hanya sebagai sebuah perantara untuk mencapai kehidupan yang kekal nanti di akherat. Hal ini senada apa yang telah difirmankan Allah dalam Alquran :

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Sumber : Business with Love in Islam, Abdul Rachman Husein, hal : 41-44






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)