Jumat, 23 Agustus 2013 - 22:46:50 WIB
Dollar Ngamuk Rp Remuk
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 14425 kali

Beberapa Hal Yang Berpengaruh Terhadap Nilai Tukar

Semakin pesatnya aliran uang dan modal dalam bentuk valuta asing (valas atau foreign currency) yang beredar baik untuk keperluan investasi, perdagangan dan spekulasi, dapat menimbulkan perbedaan kurs valas (forex rate) di masing-masing Negara. Perbedaan kurs valas ini umumnya disebabkan oleh adanya permintaan dan penawaran valas, posisi saldo BOP, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, tingkat pendapatan, efektivitas pengawasan otoritas moneter (pemerintah) serta ekspektasi dan spekulasi.

Permintaan dan penawaran valas terjadi karena ada transaksi ekspor dan impor baik modal, barang ataupun jasa. Permintaan valas suatu Negara bersumber pada impor barang atau jasa dan terjadinya ekspor modal (capital export) dan transfer valas ke luar Negara untuk berbagai keperluan. Semakin tinggi permintaan valas untuk hal-hal tersebut, sesuai dengan teori mekanisme pasar, akan menyebabkan kurs valas itu akan meningkat jika dibanding dengan uang local.

Neraca pembayaran internasional (balance of payment= BOP) suatu Negara menggambarkan secara sistematis tentang seluruh transaksi selama jangka waktu tertentu yang meliputi ekspor-impor, keuangan, serta lalu lintas moneter (transfer) antar Negara. Jangka waktu BOP umumnya selama setahun dan akan mempengaruhi posisi saldo dalam tiga kemungkinan yaitu Positif (surplus), Negatif (deficit), dan Equalibrium.

Bagi investor dan praktisi bisnis, bagian BOP yang terpenting diperhatikan adalah posisi saldo BOT (balance of trade) terutama pada posisi saldo current account (neraca transaksi berjalan) dan posisi saldo capital account (neraca modal). Pada current account akan terlihat perubahan (mutasi) cadangan devisa atau forex (dR) sebagai indicator jumlah valas yang diterima atau dimiliki Negara. Posisi dR positif atau negative akan mempengaruhi kurs valas. Cadangan devisa negative (-dR) akan menciptakan sentiment negative pada nilai mata uang domestic. Nilai mata uang domestic menurun (terdepresiasi) sehingga dapat memicu rumor devaluasi.

Ekspektasi dan spekulasi terhadap tingkat inflasi, tingkat suku bunga, posisi saldo BOP, dan kondisi ekonomi makro sangat berpengaruh terhadap kurs valas. Ekspektasi dan spekulasi menentukan volume permintaan dan penawaran valas di bursa valas yang pada akhirnya turut menentukan nilai tukar mata uang asing (kurs valas).

Pengawasan otoritas moneter atau pemerintah terhadap lalu lintas valas mempunyai pengaruh yang dominan terhadap pertumbuhan kurs valas. Hal ini dilakukan melalui kebijakan moneter, fiscal, perdagangan luar negeri, lalu lintas devisa, pengetatan jumlah uang (tide money policy), proteksi perdagangan dan tingkat suku bunga. Kebijakan moneter ini akan mempengaruhi permintaan dan penawaran valas yang otomatis berpengaruh pula terhadap kurs valas (forex rate) .

Tingkat inflasi dan suku bunga saling berhubungan. Pengaruh tingkat suku bunga terhadap kurs valas hamper sama dengan pengaruh tingkat inflasi terhadap kurs valas yang dapat dibuktikan dengan IRR theory, PPP theory atau IFE theory.

Jika tingkat pendapatan nasional menurun valas atau cadangan devisa untuk membiayai impor berkurang dan nilai mata uang domestic menurun terhadap valuta asing sehingga kurs valas meningkat terhadap mata uang domestik.

Sumber : Inflasi dan Solusinya, Tajul Khalwaty, hal : 225-231






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)