Jumat, 23 Agustus 2013 - 22:46:50 WIB
Samudera Biru Syariah
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 685 kali

Buku strategi bisnis terbaik karya W. Chan Kim dan Renee Maurborgne yang berjudul Blue Ocean Strategy memaparkan sebuah strategi bisnis yang bernama Strategi Samudera Biru. Strategi ini menantang perusahaan untuk keluar dari samudera merah dengan cara menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya sehingga tidak terjadi kompetisi yang berdarah-darah. Samudera merah digambarkan sebagai industry yang telah didefinisikan dan diterima, dan aturan-aturan permainan sudah diketahui. Sedangkan, samudera biru digambarkan sebagai ruang pasar yang belum terjelajahi, penciptaan permintaan, dan peluang pertumbuhan yang sangat menguntungkan.

Bisnis syariah ibarat samudera biru yang digambarkan oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne ini. Anda menciptakan sebuah pasar yang belum ada pesaingnya, dengan system baru, dan aturan-aturan yang belum diketahui banyak orang. Ilustrasi sederhananya, misalnya di sebuah kawasan telah lahir Warung Pisang Goreng. Warungnya laris manis dan membuat siapa pun ingin ikut-ikutan untuk membuat warung pisang goreng yang sama. Para pesaingnya membuat berbagai macam strategi untuk menjualnya. Misalnya, menambah kata Pisang Goreng Renyah, Pisang Goreng Empuk, dan lain-lain. Tiba-tiba anda membuat bisnis dengan label Pisang Goreng Syariah.

Tentu saja, label syariah yang anda temple menggoda konsumen untuk mengenal dan mencoba pisang goreng buatan anda. Kata-kata pisang goreng renya, pisang goreng empuk tentu biasa bagi konsumen. Namun, kalau pisang goreng syariah, pasti suatu hal yang baru bukan? Apa beda pisang goreng biasa dengan pisang goreng syariah? Itu pertanyaan yang akan muncul di pikiran para konsumen. Anda kemudian menjelaskan bahwa produk anda sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI, konsumen akan dilayani oleh wanita yang memakai jilbab, ketika konsumen datang dan pulang akan diberi ucapan salam, dan semua proses bisnis berlandaskan syariah. Kalau memang rasa pisang goreng produk anda sama enaknya dengan pisang goreng lainnya, dengan harga yang sama, pisang goreng anda pasti akan dipilih konsumen. Karena, anda memiliki pelayanan yang berbeda.

Jadi, jangan takut menggunakan label syariah dalam bisnis anda. Label syariah tak akan mempersempit peluang pasar, justru sebaliknya. Anda menjelajahi samudera biru syariah yang memberikan peluang pertumbuhan yang menjanjikan. Anda tidak perlu berdarah-darah bersaing dengan competitor lainnya. Contohnya, konsumen supermarket Halal Food Center di Jepang dan Amerika Serikat. Ternyata konsumennya tidak hanya dari kalangan muslim, tapi semua masyarakat di lingkungan sekitar. Sebagian besar konsumen non-muslim yang datang beralasan karena mereka yakin makanan dan minuman yang dijual di Halal Food Center sudah pasti sehat dan bersih sehingga aman dikonsumsi.

Jangan salah, demam bisnis syariah tidak hanya terjadi di Indonesia yang notabene umat Islamnya terbanyak. Demam ini sudah menjadi fenomena global. Demam ini tidak hanya terjadi di Negara-negara muslim, tetapi juga terjadi di Negara yang muslimnya minoritas. Perkembangannya terutama di lembaga bisnis keuangan seperti bank, asuransi, pasar modal syariah, syariah business consultant, hotel, restoran, dan supermarket.

Jadi, demam bisnis syariah sudah menjadi fenomena global. Jika anda juga terkena demam syariah, itu adalah hal yang wajar, apalagi anda seorang muslim. Jadi segera obati demam anda dengan memilih system syariah sebagai system bisnis anda.

Sumber : Bisnis Syariah dari Nol, Siti Najma, hal : 23-26






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)