Rabu, 11 September 2013 - 22:46:50 WIB
7 Tanda Kehancuran
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 3406 kali

Banyak perusahaan kelas dunia yang memiliki manajer jempolan, sejarah kesuksesan yang bagus, produk inovatif dan daya saing yang tampaknya tak tergoyahkan, namun mengapa perusahaan-perusahaan itu terpuruk?

Perjalanan saya mencari jawabannya dimulai dengan riset dokumen untuk menemukan perusahaan yang dulunya hebat, tapi lalu memudar kecemerlangannya. Dalam tahap ini, saya mencoba mengetahui alasan kemundurannya. Kesimpulan yang diperoleh dari riset sederhana : Perusahaan yang bagus akan terpuruk bila tidak mampu atau anehnya tidak mau berubah saat lingkungan usahanya berubah secara signifikan.

Dibalik ketidakmampuan dan ketidakmauan untuk berubah itu, saya menemukan kebiasaan merusak diri yang dibentuk perusahaan saat menuju puncak keberhasilan. Seiring kemajuan riset saya, saya mulai mempresentasikan hasil temuan saya yaitu kebiasaan-kebiasaan merusak diri. Ada setidaknya tujuh tanda kehancuran bisnis sukses : pengingkaran, arogansi, sikap puas diri, terlalu mengandalkan kompetensi, rabun jauh persaingan, obsesi volume dan fanatisme.

Pertama, pengingkaran. Hal-hal yang menyebabkan pengingkaran adalah pengingkaran teknologi baru, pengingkaran perubahan selera konsumen dan pengingkaran perubahan lingkungan global. Tanda-tanda pengingkaran : sindrom saya berbeda (kami berbeda, jadi hal itu tidak mungkin terjadi pada kami), sindrom tidak ditemukan disini (anda terlalu bangga untuk mengakui ada orang lain yang bekerja lebih baik) dan sindrom mencari jawaban di tempat yang salah (anda mengabaikan, melakukan pembenaran, atau menyalahkan orang lain atas situasi anda).

Kedua, arogansi. Hal-hal yang menimbulkan arogansi adalah prestasi hebat di masa lampau mengaburkan pandangan anda mengenai realitas masa kini, daud mengalahkan goliath, anda menjadi pioneer produk atau jasa yang tidak dapat ditiru orang lain dan anda merasa lebih cerdik daripada orang lain. Adapun tanda-tanda arogansi adalah : anda berhenti mendengarkan, anda berfoya-foya, anda mengintimidasi orang lain, anda mau menang sendiri dan anda merekayasa persetujuan.

Ketiga, sikap puas diri. Hal-hal yang mengakibatkan sikap puas diri adalah kesuksesan masa lalu anda kerena monopoli yang diatur pemerintah, kesuksesan masa lalu anda karena monopoli distribusi, anda telah dipilih untuk sukses oleh pemerintah dan pemerintah memiliki atau mengendalikan bisnis. Adapun tanda-tanda sikap puas diri adalah anda lambat mengambil keputusan, proses anda terlalu birokratis, anda memiliki budaya bottomup, desentralisasi dan consensus, struktur perusahaan anda sepenuhnya terintegrasi secara vertical dan anda memiliki subsidi silang yang besar antar fungsi, antar produk, antar pasar dan antar konsumen.

Keempat, ketergantungan kompetensi. Hal-hal yang mengakibatkan ketergantungan kompetensi adalah ketergantungan pada litbang, desain, penjualan dan layanan. Tanda-tanda ketergantungan kompetensi adalah usaha anda mentransformasikan perusahaan gagal, semangat kerja menurun, dan pemangku kepentingan hengkang (investor, pemasok dan konsumen setia menghilang).

Kelima, rabun jauh persaingan. Hal-hal yang mengakibatkan rabun jauh persaingan adalah evolusi alamiah industry, fenomena clustering, ketika nomor 1 adalah juga pioneer dan scenario sebaliknya ketika nomor 2 mengejar nomor 1. Tanda-tanda rabun jauh persaingan : anda membiarkan pemain ceruk hidup berdampingan dengan anda, pemasok anda direbut oleh pemain nontradisional, anda meremehkan pemain baru terutama dari Negara berkembang, dan anda merasa tak berdaya menghadapi teknologi subsitusi.

Keenam, obsesi volume. Hal-hal yang menyebabkan obsesi volume : pionir bermargin tinggi, racun pertumbuhan tinggi, paradox skala dan bola liar kewajiban yang tidak diinginkan. Tanda-tanda obsesi volume : pengeluaran tanpa pedoman, pusat biaya pada tingkat fungsional, budaya subsidi silang dan kebenaran angka.

Ketujuh, fanatisme wilayah. Hal-hal yang menyebabkan fanatisme wilayah : menara gading perusahaan, pertumbuhan membutuhkan penerapan kebijakan dan prosedur formal, budaya pendiri dikalahkan oleh budaya perusahaan yang lebih besar dan budaya perusahaan didominasi oleh satu fungsi. Tanda-tanda fanatisme wilayah : perpecahan, keputusan menggantung, kebingungan, dam lesu darah (tak seorang pun bahagia, terutama pegawai rendahan).

Sebagian besar perusahaan dapat hidup selamanya asalkan orang-orangnya menyadari, mengoreksi, bahkan mencegah timbulnya kebiasaan merusak diri. Menghilangkan kebiasaan buruk adalah prestasi hebat, tapi lebih hebat lagi bila anda dapat menciptakan program untuk mencegahnya.

Sumber : 7 Tanda Kehancuran Bisnis Sukses, Jagdish N Shet, Penerbit : Gramedia






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)