Jumat, 13 September 2013 - 22:46:50 WIB
Shot, Angle dan Message
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 1466 kali

Hingga saat ini belum ada kesepakatan mengenai definisi shot. Namun secara teknis, shot adalah ketika cameraman mulai menekan tombol record hingga menekan tombol record kembali. Shot merupakan satu bagian dari rangkaian gambar yang panjang, yang hanya direkam dengan satu kali pengambilan gambar. Shot yang baik adalah kombinasi berbagai komposisi gambar ke dalam sambungan gambar yang utuh dan indah dalam satu kali pengambilan gambar.

Close shots

Televisi adalah medium close up. Acara dengan media TV harus ditampilkan secara close up karena ukuran TV itu kecil jika dibandingkan dengan layar di bioskop. Selain itu, acara TV ditonton sambil lalu, akan lebih cocok menampilkan gambar-gambar dengan teknik close shot (padat).

Selain itu, yang perlu dipahami juga justru makna-makna yang ditampilkan ketika shot-shot itu dibuat secara close up. Efek close up biasanya akan terkesan gambar lebih cepat, mendominasi, dan menekan. Ada makna estetis, ada juga makna psikologis.

Medium Shots

Tipe shot seperti ini yang paling umum kita jumpai dalam film maupun televise. Jenis shot ini adalah paling aman, karena tidak ada penekanan khusus seperti halnya pada long shots dan close shots. Semua adegan bisa ditampilkan dengan netral di sini.

Long shots

Secara umum penggunaan long shots ini dilakukan untuk mengikuti area yang lebar atau ketika adegan berjalan cepat. Selain itu, long shots digunakan untuk menunjukan dimana adegan berada dan untuk menunjukan progress serta menunjukan bagaimana posisi subyek dalam hubungannya dengan yang lain.

Sementara itu istilah angle secara mekanis berhubungan dengan lensa kamera, baik jenis lensa yang digunakan maupun penempatan kamera itu sendiri. Ruang internal shot sering menonjolkan kualitas emosional dari suatu adegan. Perspektif yang normal untuk membangun shot sering digunakan secara gamblang dan langsung.

Low angle
Pengambilan gambar dengan low angle, posisi kamera lebih rendah dari obyek akan mengakibatkan obyek lebih superior, dominan dan menekan.

High angle
Pengambilan gambar dengan high angle akan mengakibatkan obyek akan terlihat imperior dan tertekan.

Satu sekuens yang sama akan dimaknai berbeda ketika pemilihan angle shot yang berbeda pula. Misalnya adegan demonstrasi mahasiswa. Sekuens pertama :

1. Long shot para demonstran
2. High angle demonstran teriak-teriak
3. Low angle polisi sedang menggebuki demonstran
4. High angle demonstran kesakitan

Sedangkan sekuens kedua :

1. Long shots para demonstran

2. Low angle demonstran teriak-teriak

3. High angle polisi sedang menggebuki demonstran

4. Low angle demonstran yang tetap gigih dan gagah berdemonstrasi

Dalam sekuens pertama, penonton akan memaknai rangkaian shot tersebut bahwa ada demonstrasi mahasiswa, polisi dengan superiornya bisa menaklukan aksi demonstrasi itu dengan sikap represif, sehingga mahasiswa tertekan.

Sedangkan dalam sekuens kedua, penonton akan melihat demonstrasi mahasiswa walaupun dijaga oleh para polisi, mahasiswa terlihat superior dan mendominasi bahkan lebih gagah dari para polisi.

Dengan kata lain, angle atau sudut pengambilan gambar bisa menghasilkan efek yang berbeda pada penonton. Angle menjadi elemen makna atau pesan yang ingin disampikan.

Sumber : How To Become a Cameraman, Wahyu Wary Pintoko Dkk., hal : 97-102






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)