Minggu, 22 September 2013 - 22:46:50 WIB
Sekuritisasi Properti
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 7929 kali

Ada tiga instrument untuk melakukan sekuritisasi property dan melakukan pembiayaan investasi property, sebagai berikut :

1. Mortgage-backed bonds atau MBB
2. Asset-back securitization atau ABS
3. Real estate investment trusts atau REIT

Obligasi MBB diterbitkan langsung kepada investor, termasuk investor umum, untuk memperoleh kredit tanpa melibatkan bank umum komersial. Dengan menerbitkan MBB, perusahaan dapat memperoleh sejumlah besar dana melalui utang jangka panjang dengan suku bunga tetap.

Obligasi yang diterbitkan tersebut didukung dengan agunan property yang sesuai hak tanggungan. Obligasi MBB biasanya diterbitkan dalam durasi lima tahun, dengan suku bunga yang lebih tinggi dari suku bunga obligasi pemerintah, sebagai kompensasi atas resiko yang juga lebih besar.

Sementara itu sekuritas ABS adalah obligasi yang diterbitkan dengan dasar agunan seluruh asset yang telah dialihkan kepada satu entitas hukum yang didirikan untuk tujuan khusus (special purpose vehicle atau SPV). Skema pembiayaan yang kreatif ini menjaminkan seluruh arus kas dari seluruh asset SPV untuk membayar bunga dari obligasi yang diterbitkan. Dengan demikian, obligasi ABS yang diterbitkan SPV berbeda dengan obligasi MBB.

REIT memberi peluang kepada investor untuk berinvestasi dalam institusi investasi berbasis property berkualitas, yang memberikan arus nilai pendapatan yang menguntungkan. Konsep REIT berbeda dengan konsep perusahaan property pada umumnya. Struktur modal dan arus kas dalam model REIT adalah untuk modal dan laba di tahan rendah dan arus kas positif dari hasil operasional property. Satu-satunya sumber pendapatan adalah pendapatan sewa yang terus diperpanjang.

REIT biasanya menarik bagi investor karena propertinya yang berkualitas tinggi dan memberikan peluang investasi bagi investor ritel serta investor institusi. Unit penyertaan REIT bersifat fleksibel dan dapat diperdagangkan. Pendapatan dari REIT stabil karena sekitar 90 persen laba didistribusikan kepada investor. Dengan kenaikan pendapatan sewa setiap tahun, maka potensi apresiasi modal cukup besar.

REIT dipandang sebagai saham defensive karena memberikan imbal hasil konsisten. Investasi dalam REIT dapat didiversifikasi dengan pemilihan beberapa lokasi, berbagai jenis property, serta beragam kategori penyewa di bawah kelolaan tim manajer pusat perbelanjaan yang professional dan berpengalaman. Ada peraturan ketat tentang asas keterbukaan dan pengendalian korporasi yang harus diterapkan untuk menjamin transparansi dalam pelaporan REIT.

Sumber : The 4Rs of Asian Shopping Centre Management, Lynda Wee Keng Neo dkk., hal : 288-290






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)