Kamis, 26 September 2013 - 22:46:50 WIB
Alergi Pada bayi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 16698 kali

Reaksi alergi atau hipersensivitas adalah suatu respon imun berlebihan, dengan derajat bervariasi mulai dari yang ringan sampai berat, terhadap substansi yang dalam keadaan normal sebenarnya tidak membahayakan.

System imun bertugas melindungi tubuh terhadap substansi-substansi yang membahayakan (antigen). Namun demikian, pada orang-orang yang peka, system imun tersebut dapat bereaksi secara berlebihan terhadap substansi-substansi tersebut yang bagi kebanyakan orang biasanya tidak membahayakan. Akibatnya, timbul alergi.

Alergi yang dialami masing-masing orang tidak sama. Sebagian orang hanya alergi terhadap salah satu substansi, sedangkan sebagian lainnya mungkin alergi terhadap berbagai macam substansi.

Bayi dan anak kecil umumnya lebih mudah mengalami alergi karena system imun mereka masih belum berkembang sempurna dan dalam taraf adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Allergen akan menimbulkan reaksi alergi melalui kontak langsung dengan kulit, saluran nafas (dihirup), saluran cerna (konsumsi makanan/minuman) atau injeksi seperti suntikan atau gigitan serangga.

Reaksi alergi dapat berupa alergi musiman seperti haya fever yang dipicu oleh serbuk sari tumbuhan. Reaksi alergi juga dapat dipicu oleh obat-obatan, makanan tertentu, debu atau bulu binatang. Penyebab terbanyak alergi pada bayi usia 0 sampai 1 tahun yaitu minuman susu sapi, makanan, obat, infeksi, kutu, asap rokok, lumut, bulu binatang, penyakit sistemik tertentu.

Gejala-gejalanya seperti kemerahan dan kadang-kadang disertai gatal pada kulit, bersin-bersin dan mata gatal. Kalau disebabkan oleh makanan/minuman, adanya alergi makanan biasanya disertai dengan gejala muntah, diare, tidak mau makan, rewel dll.

Anjuran untuk pasien :

Sedapat mungkin hindari allergen, misalnya dengan menghentikan penggunaan obat-obat yang memicu alergi, tidak memelihara hewan di dalam rumah, gunakan alat penyaring udara, dan tidak memberi makanan pada bayi yang tidak sesuai dengan usianya.

Bersihkan perabot rumah tangga agar tidak menjadi sarang tikus dan serangga. Bersihkan dan ganti sprei dan sarung bantal, guling, selimut anak secara berkala agar tidak menjadi sarang debu atau kutu. Cuci barang-barang tersebut dengan air panas. Bersihkan AC di kamar atau ruangan secara berkala.

Singkirkan zat-zat yang dapat mengiritasi saluran nafas, seperti asap rokok, asap bakaran sampah, dari dalam rumah. Hindari pemaparan terhadap serbuk tumbuhan dan jamur atau lumut. Singkirkan karpet yang kotor, ganti dan cuci barang-barang yang selalu basah dan mudah ditumbuhi lumut atau jamur.

Bila bepergian dengan mobil, tutuplah jendela dan pasang AC mobil.

Sumber : MIMS Indonesia, Petunjuk Konsultasi, Penerbit BIP, hal : A2 A4






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)