Sabtu, 26 Oktober 2013 - 22:46:50 WIB
Lean Sigma dan EDOWNTIME
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 59468 kali

Konsep Lean Sigma merupakan suatu konsep menyeluruh tentang system bisnis yang dikembangkan di Amerika Serikat. Konsep Lean Sigma telah menjadi sangat popular terutama di Amerika Serikat dan Canada. Konsep Lean berakar dari konsep system manajemen Toyota yang dikembangkan dan diperluas. Sementara, konsep Six Sigma berakar dari konsep system manajemen Motorola.Kekuatan dari kedua konsep ini disatukan atau disinergikan menjadi Lean Sigma.

Sasaran dari Lean Sigma untuk menciptakan aliran lancar dari proses sepanjang value stream process dan menghilangkan semua jenis pemborosan yang ada. Sementara, sasaran Six Sigma adalah meningkatkan kapabilitas proses sepanjang value stream untuk mencapai zero defects dan menghilangkan variasi yang ada.

Lean Sigma dapat didefinisikan sebagai suatu filosofi bisnis, pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) atau aktivitas-aktivitas yang tidak bernilai tambah melalui peningkatan radikal terus-menerus untuk mencapai tingkat kinerja six sigma.

Lean Sigma berarti mengerjakan sesuatu dengan cara sederhana dan seefisien mungkin, namun tetap memberikan kualitas superior dan pelayanan yang tepat waktu. Manajemen organisasi perlu menyerap pemikiran Lean Sigma yang dibangun melalui menanamkan dalam bentuk kultur, ukuran-ukuran, kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur dan pada akhirnya adalah alat-alat atau teknik-teknik Lean Sigma.

E+DOWNTIME merupakan akronim sembilan jenis pemborosan, yakni :

E = Environmental, Health and Safety (EHS) adalah jenis pemborosan yang terjadi karena kelalaian dalam memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip EHS.

D = Defects adalah jenis pemborosan yang terjadi karena kecacatan atau kegagalan produk

O = Overproduction adalah jenis pemborosan yang terjadi karena produksi berlebih dari kuantitas yang dipesan oleh pelanggan

W = Waiting adalah jenis pemborosan yang terjadi karena menunggu proses berikutnya

N = Not utilizing employees knowledge, skills and abilities adalah jenis pemborosan SDM yang terjadi karena tidak menggunakan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan karyawan secara optimal

T = Transportation adalah jenis pemborosan yang terjadi karena transportasi yang berlebihan sepanjang proses value stream

I = Inventories adalah jenis pemborosan yang terjadi karena inventori yang berlebihan

M = Motion adalah jenis pemborosan yang terjadi karena banyaknya pergerakan dari yang seharusnya sepanjang proses value stream

E = Excess processing adalah jenis pemborosan yang terjadi karena langkah-langkah proses yang panjang dari yang seharusnya sepanjang proses value stream.

Sumber : Lean Sigma Approach, Vincent Gaspersz, Penerbit Gramedia






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)