Minggu, 09 Maret 2014 - 00:00:13 WIB
INVISIBLE Element dalam Layout
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 18221 kali

Bila suatu hari anda membaca surat kabar atau majalah , pernahkah memperhatikan bahwa ada begitu banyak elemen di dalam halaman tersebut. Ada judul, isi, foto, nomor halaman, dan obyek-obyek lain yang kemungkinan anda tidak tahu persis namanya.

Sebenarnya apa tujuannya ada berbagai macam elemen dalam suatu layout? Secara umum tujuan pertama adalah menyampaikan informasi dengan lengkap dan tepat, yang kedua : kenyamanan dalam membaca termasuk di dalamnya kemudahan mencari informasi yang dibutuhkan, navigasi dan estetika.

Elemen layout dibagi menjadi tiga yaitu :

1. Elemen teks

Elemen teks meliputi : judul, deck, byline, body text, subjudul, pull quotes, caption, callouts, kickers, initial caps, indent, lead line, spacy, header, footer, running head, catatan kaki, nomor halaman, jumps, signature, nameplate dan masthead.

Elemen-elemen teks dengan fungsinya masing-masing saling bekerja sama satu dengan lainnya. Judul menarik perhatian orang untuk membaca artikel tersebut. Deck memberikan sedikit ulasan tentang isi bacaannya, byline memberikan siapa penulisnya, body text merupakan isi bacaan utama, subjudul membagi isi menjadi segmen-segmen sehingga tidak terlalu panjang dan melelahkan mata, dan seterusnya.

2. Elemen visual

Yang termasuk dalam kelompok elemen visual adalah semua elemen bukan teks yang kelihatan dalam suatu layout. Elemen visiual ini meliputi : foto, artworks/ilustrasi, infographics, garis/rules, kotak/box/bingkai/border/frame, inzet/inline graphics, poin/bullet.

Bisa saja dalam suatu layout hanya terdapat elemen teks dan tidak ada elemen visualnya sama sekali. Dokumen-dokumen yang diketik, isi halaman buku telepon atau kamus, biasanya tidak menggunakan elemen visual. Ada juga yang kebalikannya : hanya ada elemen visual tanpa elemen teks, misalnya pada iklan yang menggunakan strategi visual-driven.

Namun pada pokoknya tiap elemen layout yang terlihat, baik berupa teks maupun berupa visual, saling bekerjasama satu sama lain untuk membangun sebuah layout dengan tujuan dan konsep-konsep yang dibawanya.

3. Invisible element

Invisible elements dalam layout meliputi : margin dan grid. Elemen-elemen yang tergolong invisible element ini merupakan fondasi atau kerangka yang berfungsi sebagai acuan penempatan semua elemen layout lainnya.

Selayaknya fondasi atau kerangka sebuah bangunan, elemen inilah yang dirancang terlebih dahulu oleh desainer, baru kemudian menyusul elemen-elemen teks dan visual. Dan sesuai dengan namanya, invisible elements ini nantinya tidak akan terlihat pada hasil produksi (tidak ikut dicetak).

Walaupun demikian elemen-elemen ini mempunyai fungsi yang sangat penting, apalagi bila layout akan menggunakan elemen teks yang banyak atau banyak halamannya. Dalam kondisi seperti itu invisible elements akan bermanfaat sebagai salah satu pembentuk unity dari keseluruhan layout.

Prinsip-prinsip layout dapat dianalogikan sebagai suatu formula untuk membuat suatu layout yang baik. Formula ini akan bekerja dan memberikan hasil yang maksimal bila diterapkan dengan seksama ditambah dengan latihan dan eksplorasi terus-menerus.

Prinsip dasar layout adalah juga prinsip dasar desain grafis, antara lain : sequence/urutan, emphasis/penekanan, balance/keseimbangan, dan unity/kesatuan.

Sequence adalah urutan perhatian. Emphasis memberikan penekanan tertentu. Balance mengatur keseimbangan. Unity menciptakan kesatuan secara keseluruhan.

(Sumber : Layout, dasar dan penerapannya, Penerbit Gramedia)






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)