Rabu, 27 Agustus 2014 - 10:00:13 WIB
Dahsyatnya GIS
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 9189 kali

Secara umum terdapat dua jenis data yang dapat digunakan untuk merepresentasikan atau memodelkan fenomena dunia nyata. Yang pertama adalah jenis data yang merepresentasikan aspek-aspek keruangan. Jenis data ini sering disebut sebagai data-data posisi, koordinat, ruang atau spasial. Sedangkan yang kedua adalah jenis data yang merepresentasikan aspek-aspek deskriptif dari fenomena yang dimodelkan. Aspek deskriptif ini mencakup items atau properties dari fenomena tersebut hingga dimensi waktunya. Jenis data ini sering disebut sebagai data atribut atau data non-spasial.

Jenis data spasial sudah banyak digunakan oleh system-sistem yang digunakan sebagai alat bantu system perancangan (CAD- computer aided design) dan system kartografis yang berbasis computer (CAC- computer assisted cartography). Jenis data spasial juga digunakan di bidang penginderaan jauh (remote sensing). Bidang ini membahas pengumpulan informasi mengenai suatu objek spasia, fenomena, atau area melalui analisis data yang didapat dari pengamatan tanpa kontak langsung.

Jenis data atribut non spasial banyak digunakan oleh system manajemen basis data (MDBS-database management system). System ini dapat digunakan di berbagai bidang aplikasi : bidang pendidikan, bisnis, teknik, manajemen, akademis, perdagangan, perkantoran dll.

Sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, maka kebutuhan dalam hal penyimpanan, analisis, dan penyajian data yang berstruktur kompleks dengan jumlah besar semakin mendesak. Dengan demikian, untuk mengelola data yang kompleks ini, diperlukan suatu system informasi yang secara terintegrasi mampu mengolah baik data spasial maupun data atribut non spasial ini secara efektif dan efisien. Dengan demikian diharapkan keberadaan suatu system informasi yang efisien dan mampu mengelola data yang besar dan kompleks ini dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan yang tepat. Dan system yang menawarkan solusi terintegrasi untuk masalah ini adalah Geographic Information System (GIS- system informasi geografis). GIS adalah suatu teknologi yang relative baru yang pada saat ini menjadi tools yang sangat esensial dalam proses menyimpan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan kembali kondisi-kondisi alam termasuk jaringan utilitas yang terdapat di atasnya dengan bantuan data atribut dan data grafis spasial.

Karena kebutuhan yang bersifat komprehensif, adalah tidak mudah untuk memisahkan aspek spasial dengan properties-nya. Demikian pula dengan aplikasi yang mengelolanya. Kecenderungannya adalah aplikasi yang dapat mengelola basisdata spasial juga dapat menangani basisdata atribut. Sebagai contoh, perangkat GIS dapat membaca, memanggil, dan memanipulasi basisdata spasial yang disimpan dalam DBMS. Sementara itu, basisdata spasial yang sama juga dapat di-join dengan table atribut dan kemudian dikenakan query oleh DBMS yang bersangkutan melalui fasilitas SQL atau bahasa script lainnya. Inilah lingkungan di mana GIS berada.

Penggunaan aplikasi GIS tentu saja makin luas. Hal ini sangat didukung oleh hadirnya komponen perangkat lunak, extension atau framework yang berasal dari pihak ketiga. Dengan komponen ini, tentu saja setiap pengguna yang terampil dapat membuat sendiri aplikasi yang berfungsi untuk membaca, menampilkan, meng-query, dan memanipulasi basisdata spasial. Meskipun demikian, GIS bukanlah pemograman aplikasi semata. Pemrograman merupakan bagian kecil dari sejumlah aktivitas pengembangan dalam rangka membuat solusi spasial yang dibutuhkan. Bahkan dalam requirement lain, pengguna bisa saja memanfaatkan perangkat lunak GIS tanpa pemrograman sama sekali. Pemahaman mengenai konsep-konsep spasial yang berada di belakangnya jauh lebih bermakna.

Sumber : Sistem Informasi Geografis, Konsep-konsep dasar (perspektif Geodesi dan Geomatika); Eddy Prahasta; Informatika : 17-20-sampul belakang.






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)