Sabtu, 13 September 2014 - 10:00:13 WIB
Strata Title, Apaan Tuh?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 122844 kali

Strata title adalah suatu system yang memungkinkan pembagian tanah dan bangunan dalam unit-unit yang disebut satuan (parcel) yang masing-masing merupakan hak yang terpisah, namun di samping pemilikan secara individual itu dikenal pula adanya tanah, benda, serta bagian yang merupakan milik bersama (common property).

Di Malaysia, strata title mulai diperkenalkan dalam National Land Code tahun 1965, dengan prinsip yang sangat mirip dengan New South Wales Strata Titles Act tahun 1961. Khusus untuk Malaysia Barat berlaku Strata Title Act tahun 1985. System tersebut di Singapura diatur dalam Land Titles (Strata) Act tahun 1970 (direvisi pada tahun 1987).

Di Indonesia, kiranya penyusunan Undang-undang Rumah Susun tahun 1985 juga memanfaatkan hasil studi banding dengan Negara-negara lain. Hal ini tampak dengan dimuatnya prinsip-prinsip umum secara garis besar tentang strata title dalam UURS, misalnya dalam ketentuan umum (pengertian rumah susun, satuan, rumah susun, lingkungan, bagian bersama, tanah bersama, benda bersama, pemilik, penghuni, perhimpunan penghuni, badan pengelola), pengaturan tentang pemilikan satuan rumah susun, serta penghunian dan pengelolaan rumah susun.

Menurut Menteri Perumahan Rakyat menyatakan bahwa penjualan strata title tidak melanggar ketentuan UURS. Hal ini apabila dalam pengutipan pembayaran yang dilakukan pada saat bangunan masih dalam proses penyelesaian atau dalam rencana itu yang ditempuh bukan jual beli, maka hal tersebut tidak bertentangan dengan UURS karena IKATAN JUAL BELI tidak termasuk dalam ruang lingkup Hukum Tanah Nasional, tetapi tunduk pada Hukum Perjanjian.

Pada umumnya hal ini ditempuh berdasarkan alasan praktis ekonomis semata karena pembayaran di muka dipandang lebih menguntungkan konsumen. Namun demikian, penjualan strata title itu dibenarkan apabila JUAL BELI RIIL strata title itu dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-undang Rumah Susun (UURS).

Sudah menjadi keharusan bahwa jual beli dengan obyek tanah dan benda-benda yang berkaitan dengan tanah mengharuskan adanya sertifikat hak milik atas satuan rumah susun dan izin layak huni sebelum satuan rumah susun dapat dijual. Hal ini tujuannya tidak lain adalah untuk memberikan kepastian hokum. Adanya sertifikat dan izin layak huni memaksa para developer untuk memberikan pelayanan secara tuntas. Manfaat lain adalah, bagi mereka yang bermaksud memperoleh kredit untuk pelunasan harga rumah susunnya, adanya sertifikat memungkinkan mereka mengagunkan rumah susunnya.

Sumber : Kebijakan Pertanahan, antara Regulasi dan Implementasi, Maria SW Sumardjono, Kompas, hal : 135-138






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)