Sabtu, 18 Oktober 2014 - 10:00:13 WIB
Facial Rejuvenation
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 64450 kali

Wajah adalah bagian tubuh yang cepat menunjukan tanda-tanda penuaan. Ini disebabkan karena kulit wajah lebih tipis daripada kulit anggota tubuh lainnya, dan juga paling sering terpapar sinar matahari dan polusi. Ketika usia bertambah, otot wajah akan mengendur dan kekenyalan kulitnya berkurang, sehingga pelipis akan tampak lebih kurus, area sekitar mata menjadi cekung, baik di kelopak mata atas maupun bawah. Pipi pun bisa terlihat lebih datar. Kondisi ini bisa semakin buruk jika terdapat kelebihan lemak di sekitar leher, dan dagu. Kulit dan otot wajah akan semakin turun bawah. Sehingga, hal itu menyebabkan leher terlihat bergelambir dan berkerut. Kelebihan jaringan lemak juga akan menyebabkan dagu terlihat ganda (double chin).

Ada beberapa tanda yang sering muncul pada proses penuaan wajah seseorang. Diantaranya adalah kerutan halus, pigmentasi, kehilangan volume pada pipi, kehilangan elastisitas kulit dan wajah tampak turun akibat efek gravitasi. Kerutan halus dan pigmentasi dapat diatasi dengan skin resurfacing seperti dengan peeling, laser maupun mikrodermabrasi. Penggunaan filler dan botox juga akan memberikan hasil yang maksimal dalam proses rejuvenation tersebut. Sementara kehilangan elastisitas dan efek gravitasi dapat diatasi dengan face lift (pengencangan kulit). Operasi bedah estetik memang bisa menjadi solusi untuk masalah penuaan tersebut dengan teknik rejuvenation. Tapi perlu diingat bahwa teknik rejuvenation tidak dapat menghambat proses penuaan. Oleh karena itu, kemungkinan dilakukan perawatan kembali selalu ada.

face lift merupakan proses bedah untuk memperbaiki dan mengembalikan kekencangan kulit wajah dan leher beserta struktur jaringan lunak pendukungnya, serta membuang kelebihan lemak. face lift akan memperbaiki penampilan dengan memperbaiki jatuhnya wajah bagian tengah, kerutan yang dalam di kelopak bawah, memperbaiki kerutan di pinggir hidung dan pinggir bibir, tulang rahang dan kelebihan kulit dan lemak di bawah dagu.

Dalam prosedur face lift ini, ada beberapa jenis tindakan operasi, antara lain, untuk area wajah bawah (lower face lift) biasanya dikerjakan bersama neck lift. Lower face lift ini juga digunakan untuk mengatasi masalah double chin (dagu yang menggelambir). Operasi untuk wajah bagian tengah (mid face lift) dilakukan untuk mengatasi kekenduran pada garis senyum dan area perbatasan antara kelopak mata bawah dengan pipi (lid cheek junction). Dan untuk wajah bagian atas atau dahi (forehead lift) ditujukan untuk memberikan efek peremajaan pada area sekitar dahi.

Prosedur face lift ini bermacam-macam mulai deep plane face lift, subcutaneous face lift, superficial musculoaponeurotic system (SMAS) face lift, endoscopic face lift, short scar face lift maupun thread lift. Perbedaannya terletak pada garis sayatan, lapisan dan dalamnya daerah tindakan invasifnya.

Sumber : Ultimate Beauty, Dr. Enrina Diah, SpBP, Ultimo, hal : 95-99




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)