Senin, 25 April 2016 - 10:00:13 WIB
Jurus Sukses Branding
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 576 kali

7 Jurus sukses branding bisnis Fashion

Strong brand mendatangkan berbagai sisi positif yaitu 1) memudahkan mendapatkan pangsa pasar. 2) Menghambat pesaing baru masuk. 3) Dapat diperluas ke produk lain. 4) Memudahkan masuk pasar baru. 5) Dapat menurunkan sensifitas harga. 6) Mampu lebih bertahan di era krisis. 7) Menarik talenta terbaik masuk perusahaan. Dan 8) Mendorong munculnya inovasi ternal.

Untuk menunju brand fashion yang kuat, ada serangkaian kegiatan branding yang harus dilakukan yakni :

1) Membuat logo yang stand-out
Yang dimaksud logo disini adalah loga dalam arti keseluruhan, merupakan kombinasi antara nama, warna dan bentuk. Ketiga komponen ini mempengaruhi visualisasi brand di mata pelanggan. Brand yang secara visual stand out akan memudahkan pelanggan mengenali produk, mengkomunikasikan manfaat yang diterima, dan menciptakan ikatan emosi. Bukankah tujuan dasar brand adalah mempercepat pelanggan dalam memutuskan pembelian?

2) Membangun mitos tentang brand
Mengapa branding butuh mitos? Karena mitos menghidupkan brand, mengkomunikasikan nilai mulia, reputasi dan sejarahnya. Mengapa orang selalu berpikir Volvo aman, FedEx cepat, murah, Louis Vuitton berkualitas, Zara trendi, Rolex mewah? Karena mereka berhasil menanamkan mitos dalam benak pelanggan. Bukan melulu masalah kualitas terbaik. Ingat tidak selalu keputusan membeli didorong pertimbangan rasional.

3) Membuat catalog yang inspiratif
Mengapa brand butuh catalog? Karena catalog bagi MLM adalah toko. Tanpa toko, tidak mungkin bisa berjualan. Catalog menunjukan keelokan produk fashion ketika dipakai sehigga calon pelanggan mendapatkan gambaran produk dengan jelas. Sehigga banyak yang mengatakan catalog juga bisa menciptakan mimpi bagi para pembacanya.

4) Membuat event yang menggugah
Mengapa branding butuh event? Karena event bisa menciptakan buzz dan menciptakan ikatan emosi dengan pelanggan. Event yang baik adalah yang melibatkan pelanggan secara aktif untuk berinteraksi langsung dengan brand dan merasakan nilai-nilai yang dibawa sebuah brand (brand values). Dampak yang diharapkan adalah munculnya ikatan emosi yang sulit dilupakan (memoriabel experience) dalam diri pelanggan pasca event berlangsung.

5) Menggunakan celebrity endorser
Mengapa branding butuh celebrity endorser? Karena para influential person ini menjadi ikon trend setter bagi masyarakat umum. Apa yang dikenakan seorang selebriti akan menjadi pusat perhatian, ditiru, dan lalu menjadi trend gaya. Sebuah brand fashion akan menjadi besar setelah dipakai dan dipopulerkan oleh para selebriti yang mengenakan pakaian tersebut. Misalnya brand Gucci Berjaya pada tahun 50-60an setelah produknya dipakai oleh para selebriti papa atas seperti Jacqueline Kennedy dan ratu Elizabeth dari Inggris. Gap juga mendunia setelah dipopulerkan oleh Madonna, diva pop dunia sepanjang masa.

6) Menjadikan member sebagai living brand
Para member merupakan representasi nyata sebuah brand. Kata orang : Bukan masalah apa produknya, namun bagaimana cara anda menjualnya. Jika produknya bagus, brandnya positif, namun member salah ketika menyampaikan produk maka bisa jadi produk yang brand bagus bisa menjadi jelek dan tidak dihargai.

7) Melakukan segala dengan cara kita sendiri (do it your way)=customized
Dalam branding tidak ada resep yang berlaku universal. Semuanya tergantung situasi dan kondisi perubahan lingkungan bisnis yang sedang dan akan dihadapi perusahaan. Di sinilah uniknya branding di mana kreativitas, inovasi memegang perang penting, disamping konsistensi dalam menjalankan program branding yang terintegrasi. Branding memang program jangka panjang, namun harus bisa dilihat perbaikannya dari waktu ke waktu dengan pasti.

Bisnis fashion bisa terlepas dari jebakan komoditisasi dan perang harga. Ketujuh prinsip ini cocok diterapkan di industry fashion berformat MLM dan non MLM. Bahkan, beberapa insight-nya sangat berguna untuk memperkaya strategi branding industry lain karena bagaimanapun harus diakui fashion merupakan salah satu industry yang menjadi kawah candradimuka berbagai konsep manajemen dan pemasaran terbaru selain industry Fast Moving Consumer Good (FMCG).

Sumber : Fashion Branding, 7 Jurus Sukses Branding Bisnisi MLM Fashion; Hasson, Bruno; Gramedia Pustaka utama, halaman 17-22




    0 Komentar :


    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)