Senin, 25 April 2016 - 10:00:13 WIB
Tipologi wisatawan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 4305 kali

Tipologi wisatawan
Berbagai macam tipologi wisatawan telah dikembangkan, dengan menggunakan berbagai dasar klasifikasi. Tipologi tersebut dapat dikelompoknya atas dua, yaitu atas dasar interaksi dan atas dasar kognitif-normatif.
Adapun para wisatawan dapat dibedakan menjadi beberapa tipologi atas dasar interaksi :

1. Drifter, yaitu wisatawan yang ingin mengunjungi daerah yang sama sekali belum diketahuinya, dan bepergian dalam jumlah kecil.
2. Explorer, wisatawan yang mencari perjalanan baru dan berinteraksi secara intensif dengan masyarakat local, dan bersedia menerima fasilitas seadanya, serta menghargai norma dan nilai-nilai local.
3. Elite, yaitu wisatawan yang mengunjungi daerah tujuan wisata yang belum dikenal, tetapi dengan pengaturan lebih dahulu, dan bepergian dalam jumlah kecil.
4. Off-beat, yaitu wisatawan yang mencari atraksi sendiri, tidak mau ikut ke tempat-tempat yang sudah ramai dikunjungi. Biasanya wisatawan seperti ini siap menerima fasilitas seadanya di tempat local.
5. Unusual, yaitu wisatawan yang dalam perjalanannya sekali waktu juga mengambil aktivitas tambahan, untuk mengunjungi tempat-tempat yang baru, atau melakukan aktivitas yang agak beresiko.
6. Incipient mass, yaitu wisatawan yang melakukan perjalanan secara individual atau kelompok kecil, dan mencari daerah tujuan wisata yang mempunyai fasilitas standar tetapi masih menawarkan keaslian.
7. Mass, yaitu wisatawan yang bepergian ke daerah tujuan wisata dengan fasilitas yang sama seperti di daerahnya, atau bepergian ke daerah tujuan wisata dengan environmental bubble yang sama. Interaksi dengan masyarakat local kecil, kecuali dengan mereka yang langsung berhubungan dengan usaha pariwisata.
8. Charter, yaitu wisatawan yang mengunjungi daerah tujuan wisata dengan lingkungan yang mirip dengan daerah asalnya, dan biasanya hanya untuk bersantai-santai atau bersenang-senang. Mereka bepergian dalam kelompok besar, dan meminta fasilitas yang berstandar internasional.

Dalam pendekatan kognitif-normatif, motivasi yang melatarbelakangi perjalanan wisata menjadi focus utama. Tipologi wisatawan dalam pendekatan ini, antara lain :

1. Eksistensial, yaitu wisatawan yang meninggalkan kehidupan sehari-hari dan mencari pelarian untuk mengembangkan kebutuhan spiritual. Mereka bergabung secara intensif dengan masyarakat local.
2. Eksperimental, yaitu wisatawan yang mencari gaya hidup yang berbeda dengan yang selama ini dilakoni, dengan cara mengikuti pola hidup masyarakat yang dikunjungi. Wisatawan seperti ini secara langsung terasimilasi ke dalam kehidupan masyarakat local.
3. Eksperiensial, yaitu wisatawan yang mencari makna pada kehidupan masyarakat local, dan menikmati keaslian kehidupan local/tradisional.
4. Diversionary, yaitu wisatawan yang mencari pelarian dari kehidupan rutin yang membosankan. Mereka mencari fasilitas rekreasi, dan memerlukan fasilitas yang berstandar internasional.
5. Rekreasional, yaitu wisatawan yang melakukan perjalanan wisata sebagai bagian dari usaha menghibur diri atau relaksasi, untuk memulihkan kembali semangat, fisik dan mentalnya. Mereka mencari lingkungan yang menyenangkan, umumnya tidak mementingkan keaslian.

Sumber : Sosiologi Pariwisata, I Gde Pitana & Putu G Gayatri, Penerbit Andi, 2005




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)