Minggu, 18 Februari 2018 - 22:46:50 WIB
Mengurus Restitusi Pajak susah??
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 2881 kali

Mengurus Restitusi Pajak

Tahun 2017 lalu, aku berkesempatan mengurus restitusi pajak atas PPN yang lebih bayar di Kantor Pajak Pratama Bantul. Pajak lebih bayar ini terjadi karena adanya pembayaran PPN ganda atau dua kali bayar. Ilustrasinya, ketika kita membeli suatu item barang misalnya mobil, maka harga yang kita bayarkan untuk pembelian mobil tersebut sudah termasuk PPN (dengan asumsi dealernya adalah PKP=Pengusaha Kena Pajak). Jadi ketika kita membeli mobil tersebut kita sudah membayar PPN yang ditarik oleh penjual.

Ketika mobil yang kita beli dari dealer tersebut kita jual lagi misalnya ke Dinas Pemadam Kebakaran, maka oleh dinas tersebut, pembayaran mobil itu kepada kita sebagai penjual, dipotong pajak diantaranya pajak PPN oleh bendahara dinas tersebut. Dengan demikian, untuk pembelian dan penjualan mobil tersebut kita membayar pajak PPN dua kali, yaitu PPN yang ditarik oleh dealer dan PPN yang ditarik oleh bendahara dinas kebakaran.

Ketika kita melakukan pembuatan dokumen pelaporan pajak (SPT-masa), baik dokumen csv file maupun pdf (SPT Induk dan lampiran), maka faktur pajak dari dealer kita masukan dalam aplikasi efaktur (etaxinvoice) sebagai faktur pajak masukan dan faktur pajak yang untuk bendahara dinas pemadam kebakaran kita terbitkan sebagai faktur pajak keluaran. Semua pajak yang lebih bayar untuk masa pajak selain bulan desember, kelebihan bayar itu dikompensasikan pada masa pajak bulan Desember tahun tersebut. Setelah semua lebih bayar dikompensasikan pada masa pajak desember, maka lebih bayar pada masa pajak desember tersebut baru direstitusikan.

Restitusi pajak diproses oleh kantor KPP Pratama melalui metode penelitian atau lainnya melalui metode pemeriksaan (audit). Metode penelitian biasanya selesai dalam satu bulan. Metode pemeriksaan biasanya berlangsung berbulan-bulan. Pengalamanku kemarin di KPP Pratama Bantul, melalui pemeriksaan berlangsung sampai akhir tahun, dan baru cair pada awal tahun berikutnya.

Pelaporan pajak lebih bayar (SPT masa) dapat dilakukan secara online (e-filing) tidak harus datang langsung ke kantor KPP Pratama setempat.

Setelah pajak lebih bayar kita laporkan, maka pada beberapa bulan berikutnya kita akan mendapat undangan untuk menyerahkan dokumen yang diperlukan untuk auditing pajak lebih bayar yang kita ajukan. Ini bila metode pemeriksaan yang diterapkan oleh KPP Pratama. Namun, bila metode penelitian yang digunakan, maka bila pengajukan restitusi kita juga diakui oleh tim peneliti, maka kita akan memperoleh surat ketetapan pajak lebih bayar dan diminta untuk menyerahkan nomor rekening giro perusahaan untuk mentransfer restitusi pajak kita tersebut. Namun bila metode pemeriksaan yang digunakan, maka pastikan bahwa :

1. semua dokumen akuntasi perusahaan anda lengkap, konsisten dan akurat
2. semua aliran dana masuk dan keluar melalui rekening perusahaan baik rekening giro atau ataupun melalui rekening tabungan, jangan melalui rekening lainnya.
3. semua aliran dana masuk dan keluar benar-benar hanya aliran dana transaksi perusahaan dan tidak tercampur dengan dana-dana lain diluar transaksi perusahaan.
4. Semua aliran dana masuk dan keluar dari rekening perusahaan di bank harus disertai bukti-bukti yang otentik dan akurat
5. Semua data pendukung seperti surat penawaran dari supplier, bukti pengiriman barang dari supplier, foto penerimaan barang dari supplier tersedia dengan baik
6. Semua data pendukung seperti faktur pengiriman, foto serah terima barang ke pembeli tersedia secara baik dan akurat.

Sanksi administrasi atas restitusi yang tidak diakui oleh KPP Pratama, untuk metode penelitian dendanya sebesar 200%, untuk metode pemeriksaan sanksi administrasi atas restitusi yang tidak diakui oleh auditor adalah 100%.

Dua hal yang biasanya ingin dibuktikan oleh auditor yaitu :

1. Dana yang digunakan untuk transaksi benar-benar dana dari perusahaan yang bersangkutan (dari modal, dari utang, dll.) kalo dari utang, harus disertai bukti adanya perjanjian kredit dengan pihak lain.
2. Transaksi tersebut benar-benar riil yang disertai dengan bukti-bukti yang akurat dan lengkap.





0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)