Rabu, 21 Februari 2018 - 22:46:50 WIB
Nongkrong di E-katalog lokal
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 478 kali

e-Katalog Lokal

Sering aku dengar (tapi belum ngerti juga arti dan maksudnya) istilah e-katalog dan e-purchasing. Setelah googling sana-sini akhirnya aku bisa sedikit ngerti meski tidak ngerti banget.

Konon, istilah e-katalog itu memiliki arti sebagai sistem informasi berbasis elektronik yang memuat daftar, merek, jenis, spesifikasi, harga, dan jumlah ketersediaan suatu barang/jasa dari berbagai penyedia. Sementara, kalo e-purchasing memiliki arti sebagai tata cara pembelian barang / jasa melalui system e-katalog.

Menurut berita, entah berita apa, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP telah melakukan desentralisasi di sektor pengadaan berupa pengembangan e-katalog lokal melalui kerja sama dengan beberapa pemerintah daerah yang bertujuan melahirkan efisiensi anggaran. Artinya pemerintah juga pengen iso ngirit….

Terus, e-katalog local / daerah itu apa? E-katalog lokal adalah e-katalog yang disusun dan dikelola, dan dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan pengadaan pemerintah daerah. Pengembangan e-katalog lokal ini konon diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan, mendorong terbentuknya harga pasar yang lebih kompetitif, serta meminimalisasi disparitas harga akibat biaya pengiriman. Selain itu, e-katalog daerah diharapkan juga dapat memacu tumbuh kembang iklim usaha dan memperkuat basis pasar pengadaan di daerah secara berkesinambungan. Elok tenan yo cita-citane……

Melalui penerapan e-katalog lokal, Unit Layanan Pengadaan (ULP) di daerah dilibatkan langsung dalam proses katalogisasi produk-produk di daerah, termasuk produk-produk UMKM yang terstandar dan dapat dikatalogkan.

Terus bagaimana caranya, syarat dan prosedurnya agar barang/jasa kita bisa masuk dalam e-katalog daerah/local itu?

Usulan pencantuman barang/jasa dalam e-katalog daerah/local dapat dilakukan oleh pimpinan SKPD. Maka dari itu, promosikan barang/jasamu ke pimpinan SKPD, biar pimpinan SKPD menindaklanjutinya. Selanjutnya, Pimpinan SKPD dalam menyampaikan usulan tersebut, menyusun rencana kebutuhan barang/jasa yang akan dicantumkan ke dalam Katalog Elektronik Daerah (e-katalog local) berupa:
1. Jenis;
2. Volume;
3. Spesifikasi Teknis;
4. Waktu Penggunaan;
5. Rencana Anggaran;
6. Referensi Harga/HPS;
7. Informasi Produk (dalam negeri dan/atau luar negeri);
8. Syarat Penyedia;

Selanjutnya, Pimpinan Satker mengajukan surat usulan pencantuman barang/jasa ke dalam Katalog Elektronik Daerah dan rencana kebutuhan sebagaimana disebutkan di atas yang ditujukan kepada Kepala Daerah cq Sekretaris Daerah. Setelah dikaji dan dievaluasi, disampaikan ke LKPP. Setelah disetujui LKPP, kemudian dilakukan proses pemilihan penyedia. Pemilihan penyedia bisa dilakukan melalui metode lelang/seleksi atau metode non-lelang/non-seleksi. Maka dari itu, nongkrongin terus situs web LPSE di daerahmu, kalo ada peluang langsung gerak cepat ikut lelang…..

Berdasarkan hasil proses pemilihan penyedia (barang/jasa), kepala daerah menandatangani kontrak katalog dengan pihak penyedia. Setelah ada kontrak katalog, maka mulailah ditayangkan/dicantumkan barang/jasa beserta spesifikasi teknis, harga dan jumlah ketersediaan barang/jasa pada e-katalog local / daerah melalui aplikasi yang dikembangkan oleh LKPP di https://e-katalog.lkpp.go.id

Alhamdulillah CV Catra Anggarda Paramitha dan CV Prima Arga Sejahtera sudah bisa masuk dalam e-katalog local selama tahun 2017. Alhamdulillah pula kontrak katalog dengan pemkot Jogja diperpanjang lagi di tahun 2018 ini. Hayo siapa mau nyusul nongkrong di e-katalog local…..

Tapi kalo sudah nongkrong di e-katalog local apa barang/jasa kita pasti laku? Nah, kalo soal E-purchasing itu urusannya atau dilakukan oleh PPK atau Pejabat Pemesan melalui aplikasi e-purchasing pada system pengadaan secara elektronik yang dikembangkan dan dikelola oleh LKPP. Pejabat pemesan dalam melalukan e-purchasing melakukan negosiasi harga barang/jasa yang tercantum pada e-katalog bila system e-purchasing tersebut menyediakan fitur negosiasi.

Iyalah, sik penting usaha…..
Tapi mungkin ngga ya, suatu saat nanti, PPK atau pejabat pemesan melakukan e-purchasing sakton kangkung di lapak pasar tradisional yang sudah terdaftar dalam e-katalog local……






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)