kamis, 07 Maret 2018 - 22:46:50 WIB
Bukan Broker Properti Biasa
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Uneg-uneg - Dibaca: 374 kali

Bukan Broker Properti Biasa
Oleh Wardi RayWhite

Broker property dikenal oleh kebanyakan orang sebagai perantara jual beli atau sewa menyewa property. Broker property dipersepsikan oleh pembeli atau calon pembeli properti sebagai orang yang memiliki cukup banyak informasi atau pengetahuan (database properti) tentang properti-properti yang akan dijual atau disewakan. Sementara, broker properti dimata penjual atau vendor dipersepsikan sebagai orang yang memiliki cukup banyak relasi (database relasi) atau orang-orang yang sedang atau telah atau akan membeli properti.

Broker properti memang sejatinya merupakan pilar perantaraan bisnis properti yang mempertemukan kepentingan penjual/pemilik properti dengan calon pembeli/penyewa, perantaraan kerjasama pengelolaan lahan antara dua pihak, dan mitra pemilik properti untuk kegiatan lelang dan pengalihan hak lainnya.

Dengan kata lain, broker properti adalah seseorang yang bertugas mengidentifikasi properti yang diinginkan oleh sekumpulan konsumen yang dengan jasa perantaraan pengalihan yang dilakukannya akan terjadi kesepakatan penjualan, pembelian, penyewaan/kontrak, tukar menukar, atau kerjasama pengelolaan properti. Broker properti juga sekaligus memberikan layanan jasa konsultansi investasi properti, pemeliharaan dan jasa-jasa lain yang sejenisnya.

Oleh karena sifatnya yang luas, maka ruang lingkup kerja broker properti bukan hanya mengembangkan basis pemasaran properti saja, melainkan juga meliputi perantaraan untuk jasa-jasa lain yaitu konsultansi, penilaian properti (untuk keahlian menilai berdasarkan perbandingan data pasar saja dan tidak memiliki kompetensi sebagaimana penilai properti bersertifikat), konsultansi investasi, konsep pengembangan dan optimalisasi lahan, pemeliharaan properti dan SDM untuk merekrut, membina dan melahirkan profesional properti yang multi talented.

Namun demikian, fungsi kunci broker properti adalah : 1) Melakukan perantaraan perdagangan property yang meliputi pemberian konsultasi, melakukan negosiasi, melakukan listing, dan melakukan transaksi. 2) Melakukan manajemen perantaraan perdagangan property yang meliputi perekrutan agen pemasaran, administrasi perkantoran, pembinaan SDM, melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dan membuat rencana kerja. 3) Melakukan kegiatan property management dan konsultasi property investment, yang meliputi pengetahuan pengelolaan property, memberikan konsultasi investasi property, dan menghitung manfaat investasi properti.

Broker properti memiliki peran yang strategis dalam bisnis properti, dan konon dalam beberapa tahun ke depan akan ada peraturan yang mewajibkan semua transaksi bisnis properti dilakukan atau diperantarakan melalui broker properti.

Mengingat peran strategis broker properti tersebut maka sudah selayaknya profesi broker properti memenuhi standar kompetensi kerja sebagaimana yang sudah diatur dalam Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 343 Tahun 2015. Oleh karena itu, broker properti sudah seharusnya lulus uji kompetensi dan memiliki sertifikasi profesi sebagai broker properti professional, dan bukan sekedar broker properti biasa.






0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)