Sabtu, 16 November 2013 - 22:46:50 WIB
Pernah Masuk Angin?
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 156494 kali

Dunia kedokteran tidak mengenal istilah masuk angin, tetapi menamakannya commond cold.

Masuk angin biasanya terjadi karena kondisi tubuh sedang menurun akibat kurang tidur, terlambat makan, kena angin, atau AC yang terlalu dingin, dan lelah setelah melakukan perjalanan jauh. Dalam keadaan yang demikian peredaran darah di dalam tubuh kurang lancer sehingga badan terasa meriang dan suhu tubuh bagian belakang pun ikut menurun akibat kekurangan energy panas.

Nutrisi tidak tersalurkan dengan baik ke seluruh jaringan tubuh, sementara zat sisa makanan tidak dapat dibuang dengan baik, sehingga penderita merasa pegal-pegal, seolah-olah ada angin yang bersarang di rongga tubuh.

Lebih menderita lagi kalau penderita tidak bisa mengeluarkan angin alias kentut, perut menjadi kembung. Untuk mengobatinya, metode kerokan dipercaya bisa menetralisir suhu tubuh.

Kerokan yang sangat popular ini, sebetulnya hanyalah metode penyembuhan dengan meningkatkan panas pada tubuh, dan bukan mengeluarkan angin lewat pori-pori kulit. Bagi masyarakat awam, memang kerokan sering dipahami sebagai cara untuk mengeluarkan angin dari dalam tubuh. Padahal angin tidak pernah keluar lewat pori-pori, melainkan hanya bisa masuk atau keluar lewat organ pernafasan, mulut dan pencernaan.

Faktanya, memang banyak orang yang merasa ketergantungan dengan kerokan. Ketika meriang, mereka lebih memilih kerokan ketimbang pergi ke dokter.

Sampai saat ini belum ditemukan efek samping dari metode kerokan, namun berhati-hatilah karena bisa menimbulkan rasa ketagihan. Rasa ketagihan ini terjadi karena adanya proses pemecahan kapiler-kapiler darah, sehingga tubuh jadi terasa enak karena pembuluh darah kembali melebar dan mengeluarkan zat endorphin, sebagai mekanisme pertahanan terhadap rasa nyeri.

Bagi anda yang suka dikerok, hindari pemakaian bersama koin untuk kerokan untuk mencegah terjadinya kemungkinan penularan penyakit seperti hepatitis yang dapat menembus masuk dari kulit yang dikerok.

Obat tradisional dari bahan jahe memiliki efek farmakologis yang apabila diminum secara teratur, akan berkhasiat menghangatkan badan, membantu menyehatkan dan memperbaiki metabolism tubuh, meningkatkan vitalitas, mengobati migraine, demam, masuk angin, rematik, flu, bronchitis, sinusitis, asma, asam urat, gangguan pencernaan, menambah nafsu makan, meredam rasa mual, menghilangkan rasa lelah, dan pegal linu.

Karena pengaruh inilah maka setelah mengkonsumsi minuman jahe, orang cepat merasa bugar dan tidak mudah masuk angin.

Sumber : Rahasia Hidup sehat dan bahagia, Muchtar AF, Penerbit BIP, hal : 9-13






1 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)