Minggu, 02 Maret 2014 - 00:00:13 WIB
Pendekatan Arsitektur
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Cuplikan Buku - Dibaca: 44061 kali

Pengetahuan arsitektur berkaitan erat dengan persepsi dari para perancang. Berdasarkan analisis karya dapat dilihat bahwa setiap perancang memakai atau mementingkan persepsi tertentu dalam pembuatan karyanya. Semua persepsi tersebut dapat digolongkan dalam tiga materi dasar yang terfokus dan menekankan aspek tertentu dalam materi arsitektur.

Berikut ini ketiga persepsi dasar yang berada dalam perancangan arsitektur :

1. Persepsi fungsional
Persepsi fungsional ini diterapkan melalui tiga pendekatan, yaitu pendekatan fungsi ruang, pendekatan lokasi ruang, dan pendekatan wujud ruang.

2. Persepsi visual
Persepsi visual ini diterapkan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan batasan ruang dan pendekatan urutan ruang.

3. Persepsi struktural
Persepsi structural ini diterapkan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan aturan ruang dan pendekatan tata ruang
Masing-masing pendekatan di atas diterapkan menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Misalnya :

1. Pendekatan fungsi ruang
Pendekatan ini diterapkan menggunakan prinsip bahwa ruang dibentuk dengan tujuan dan pandangan tertentu terhadap cara penggunaan ruang tersebut, bahwa ruang dapat dibentuk sesuai hubungan hirarki yang berada dalam fungsinya dan bahwa semakin tepat hubungan fungsi dengan ruang, semakin jelas kelangsungan penggunaannya.

2. Pendekatan lokasi ruang
Pendekatan ini diterapkan dengan prinsip bahwa ruang dibentuk dengan tujuan dan pandangan tertentu terhadap lokasi yang berada di lingkungannya, bahwa ruang dapat dibentuk untuk saling menguatkan dengan cirri khas konteksnya dan bahwa semakin selaras hubungan obyek dengan lingkungan, semakin jelas citra kesatuannya

3. Pendekatan wujud ruang
Pendekatan ini diterapkan menggunakan prinsip bahwa ruang dibentuk dengan tujuan dan pandangan terhadap bentuk dan wujud tertentu, bahwa ruang dapat dibentuk dengan mengutamakan kemandirian wujudnya, dan bahwa semakin kuat diutamakan kemandirian bentuk, semakin menonjol obyek sebagai karya tunggal

Demikian pula dengan pendekatan-pendekatan lain, masing-masing diterapkan menggunakan prinsip-prinsip tertentu. Namun, pada prinsipnya memang semua aspek perlu diperhatikan dalam penciptaan sebuah karya arsitektural. Meskipun demikian, karena setiap karya dirancang oleh arsitek dalam lingkungan dengan usaha tertentu, maka satu atau beberapa aspek di atas sering diutamakan. Penekanan tersebut tidaklah salah, kalau semua pendekatan lain juga diperhatikan secara cukup dengan segala aspek yang terlibat didalamnya.

(Sumber : Pendekatan dalam Perancangan Arsitektur, Markus Zahnd, Penerbit : Kanisius dan Soegijapranata University press, hal : 25-110)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)